Sosial

Kemah Seniman Bangkitkan Lagi Kebudayaan Aceh

Kemah Seniman Bangkitkan Lagi Kebudayaan Aceh
Panitia Kemah Seniman Ke-IV

ACEHTERKINI.COM | Setelah 25 tahun vakum, Dewan Kesenian Aceh (DKA) menggagas kembali Kemah Kesenian Aceh untuk membangkitkan kebudayaan Aceh. Ketua DKA Aceh, Nurmaida Atmaja mengatakan, Kemah Seniman adalah milik seniman.

“ini ajang silaturrahmi antar seniman se-Aceh, kali ini kita mengundang 400 lebih peserta dari seluruh Aceh, Sumatera dan Nusantara,” kata Nurmaida, Kamis (10/9/2015) di Sekretariat DKA, Taman Budaya Banda Aceh.

Ia menuturkan selain silaturrahmi, Kemah Seniman yang berlangsung di Kota Jantho pada 11-13 September 2015 ini juga akan melahirkan kesepakatan-kesepakatan Seniman Aceh dalam melahirkan rekomendasi pembangunan seni untuk disampaikan kepada Pemerintah Aceh.

“Kita ingin kegiatan ini bisa dilaksanakan satu tahun sekali,” harap Nurmaida yang didampingi Ketua Panitia Kemah Seniman ke IV, Rasyidin.

Kemah Seniman Aceh pertama kali digelar pada tahun 1988. Kegiatan itu terus berlangsung setiap tahun, 1989 dan 1990 di Taman Budaya. Kemudian kegiatan ini berhenti karena Daerah Operasi Militer (DOM) dan kemudian konflik bersenjata. Situasi tersebut juga ikut mengancam kreatifitas seniman.

Nurmaida mengajak masyarakat Aceh untuk menyaksikan pertunjukan berbagai macam seni dan budaya Aceh pada perhelatan Kemah Seniman ke-IV di Kota Jantho. “Terbuka untuk umum, malam buka sampai pukul 23.59 wib,” ujarnya.

Ketua Panitia, Rasyidin pesimis bahwa kegiatan ini akan menyelamatkan nilai-nilai adat dan budaya Aceh yang selama ini tidak terekspose.

“Kekayaan dan budaya Aceh ini sangat luar biasa, dari sekian banyak kesenian di Aceh, baru tari Saman Gayo yang sudah mendunia, kita akan terus berupaya membangkitkan lagi kesenian lain di Aceh untuk dunia,” kata dia optimis.

Ia menjelaskan ratusan peserta Kemah Seniman ke IV melakukan konvoi dari Taman Budaya – Mesjid Raya Baiturrahman, Kantor Gubernur – Jantho, Aceh Besar, pada Jum’at (11/9/2015) pukul 14.00 wib.

Konvoi ini akan dilepas oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi dan Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda dan T. Irwan Djohan. [Edi]

To Top