Sosial

Kabut Asap, Wali Nanggroe Tak Hadiri Upacara Adat Diraja Kuala Batu

Kabut Asap, Wali Nanggroe Tak Hadiri Upacara Adat Diraja Kuala Batu
Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin

ACEHTERKINI.COM | Pelaksanaan Upacara Adat diraja Kuala Batu, yang berlansung di Halaman Kantor Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) berlansung tanpa dihadiri Wali Nanggroe (WN) Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, Minggu (6/9/2015)

Kepada Wartawan, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Abdya, Zal Sufran, menjelaskan, upacara dan kenduri adat yang dihadiri para raja dalam wilayah barat-selatan Aceh itu dalam jadwalnya akan dihadiri oleh Wali Nanggroe Aceh.

Namun dikarenakan jalur penerbangan dari Bandara Kuala Namu, Medan tujuan Bandara Cut Nyak Dhien di Kabupaten Nagan Raya terganggu akibat tebalnya kabut asap, Wali Nanggroe tidak hadir.

“Wali Nanggroe, sedianya terbang dengan Pesawat Wing dari Bandara Kuala Namu, Medan, Sumut menuju Bandara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, Sabtu (5/9/2015) menuju Blangpidie, Namun, pesawat tersebut tidak diizinkan  terbang, karena gangguan kabut asap tebal,” terang Zal Sufran.

Sementara itu, Katibul Wali Nanggroe, Paradis meminta maaf atas  ketidakhadiran Wali Nanggroe dalam acara Kenduri Adat Diraja Kuala Batu di Abdya.

Adat Budaya Harus Dijaga.

Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin pada upacara kenduri adat  itu membacakan sambutan Wali Nanggroe. Dia meminta kepada masyarakat untuk melestarikan dan menjaga adat budaya yang ditinggalkan para leluhur.

Upacara adat pada dasarnya merupakan bentuk perilaku masyarakat yang menunjukkan kesadaran terhadap masa lalunya. Masyarakat dapat menjelaskan berbagai hal tentang masa lalunya melalui upacara.

“Jadi melalui upacara Adat Diraja Kuala Batu ini kita dapat melihat gambaran tentang asal usul, baik itu tempat, tokoh, benda peninggalan, kebiasaan dan kejadian alam,” paparnya.

Acara itu juga turut dihadiri para keturunan raja-raja dari berbagai daerah di Aceh seperti dari Kerajaan Tamiang, Linge, Pedir, Meureuhom Daya, Nagan, Trumon, Kaway XVI, Seuneuam, dan tentunya tuan rumah Kerajaan Kuala Batu.

Selain itu juga hadir Sultan Alaidin Sulaiman Riatsyah Sri Maha Raja Mulia Agung Meukuta Alam yang merupakan cucu dari Sultan Alaidin Mahmudsyah Meukuta Alam serta perwakilan dari Kerajaan Seulangor, Kedah, Kelantan Malaysia.

Mengenal Kerajaan Kuala Batu

Wakil Bupati Abdya, Erwanto menjelaskan, sekilas tentang Kerajaan Kuala Batu sekitar tahun 1785 Masehi yang berada di pesisir pantai Barat-Selatan Aceh terdapat banyak kerajaan kecil salah satunya Kuala Batu yang berlokasi di Kecamatan Kuala Batee berbatasan langsung dengan Kecamatan Susoh.

Menurut Wabup, sebelum hancurnya kerajaan dimaksud karena diserang oleh angkatan laut Amerika pada tahun 1832, kerajaan ini sebenarnya adalah pecahan dari Kerajaan Lama Muda yang merupakan lanjutan dari Kerajaan Lama Tuha, karena kerajaan ini hancur diterjang banjir pada pertengahan abad 18 (1740 M). [Rizal]

To Top