Sosial

Inilah 13 Point Tuntutan Rakyat Aceh Cinta Ahlussunnah wal Jamaah

Inilah 13 Point Tuntutan Rakyat Aceh Cinta Ahlussunnah wal Jamaah
Aksi Ribuan Santri Se-Aceh menolak WAHABI di Kantor Gubernur Aceh, 10 September 2015

ACEHTERKINI.COM | Aksi ribuan santri dayah se Aceh ini sempat mengundang perhatian warga Kota Banda Aceh, Kamis (10/9/2015). Usai doa dan zikir di Makam Syiah Kuala, ribuan santri berjalan kaki menuju kantor Gubernur Aceh.

Sayangnya para santri tidak berhasil berjumpa dengan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. Dalam aksi itu, para santri membawa spanduk-spanduk yang bertuliskan “Tolak WAHABI di Aceh”.

Tidak jumpa gubernur di kantornya, usai Sholat Dhuhur, ribuan santri mendatangi pendopo Gubernur Aceh di kawasan Peuniti, walhasil juga tidak bertemu dengan Zaini Abdullah. Kemudian massa berorasi dan istirahat di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Dalam selebaran yang diterima acehterkini dari panitia tadi, ada 13 point yang dituntut ulama dan para santri ini, yaitu :

  1. Meminta Pemerintah Aceh untuk mengatur seluruh tata cara pelaksanaan ibadah di Aceh dengan Mazhab Syafi’I sebagaimana yang pernah dilaksanakan oleh Syekh Abdurrauf Assingkily. 
  2. Meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menyerahkan posisi Imam Besar dan Imam Rawatib serta segala yang menyangkut dengan ibadah dan pengajian di Masjid Raya Baiturrahman kepada ulama Aceh yang bermazhab Syafi’i.
  3. Meminta kepada Pemerintah Aceh agar pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh di bawah kontrol Wali Nanggroe Aceh.
  4. Meminta Pemerintah Aceh untuk menyerahkan Muzakarah ulama mengenai tata cara ibadah di Masjid Raya kepada MPU Aceh dan menolak dilaksanakan oleh pihak lain.
  5. Meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mencabut izin operasional dan tidak memberikan izin pendirian sekolah dan lembaga pendidikan Islam lainnya di Aceh yang bertentangan dengan Mazhab Syafi’I dan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yaitu Asy’ariyyah dan Maturidiyyah. 
  6. Mendesak Pemerintah Aceh untuk menghentikan seluruh aktifitas Salafi Wahabi, Syiah, komunis dan aliran-aliran sesat lainnya di seluruh Aceh.
  7. Meminta kepada Pemerintah Aceh agar setiap aktifitas keramaian dan kegiatan keagamaan wajib mendapatkan rekomendasi dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).
  8. Meminta kepada Pemerintah Aceh agar tidak menempatkan SKPA dan kepala badan di jajaran Pemerintahan Aceh yang tidak berpaham Ahlussunnah wal Jamaah.
  9. Meminta Pemerintah Pusat untuk mempercepat realisasi turunan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA.
  10. Mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat menjalankanQanun Aceh tentang Lembaga Wali Nanggroe.
  11. Menolak intervensi Pemerintah Aceh terhadap MPU, serta wajib menjalankan setiap Fatwa yang dikeluarkan oleh MPU Aceh.
  12. Meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menjalankan Qanun Jinayat dan Qanun Acara Jinayat secepatnya.
  13. Apabila tuntutan ini tidak diindahkan dan tidak dilaksanakan, maka kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. 

Tim perumus Parade Ahlussunnah wal Jamaah ini yaitu, Tgk. Bulqaini Tanjungan, Tgk. Ali Basyah Usman, Tgk. Ahmad Tajuddin, Tgk. Muslim At Thahiry, Tgk. Tarmizi M Daud dan Tgk. Yusuf Al Qardhawi. [red]

To Top