Lingkungan

Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Abdya, Irigasi Krueng Baru Jebol

Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Abdya, Irigasi Krueng Baru Jebol
Padi yang baru di panen diamankan petani Abdya dari banjir

ACEHTERKINI.COM | Hujan lebat yang mengguyur Abdya sejak Minggu (13/9/2015) sore hingga tengah malam membuat sejumlah rumah warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terendam banjir selama 5 jam lebih. Selain itu irigasi free intake Manggeng Raya juga jebol karena derasnya arus Krueng (sungai) Baru.

Munandar seorang warga di Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya, Senin (14/9/2015) mengatakan, hujan tak kunjung reda sampai pertengahan malam, luapan air dari Sungai (Krueng) Tangan-Tangan tak mampu dibendung, sehingga air begitu cepat memasuki pemukiman warga.

Untuk wilayah Tangan-Tangan yang paling parah tergenang air, lanjut Munandar, terutama di Desa Mesjid, Padang Kawa dan Pante Geulumpang serta di atas badan jalan nasional Desa Suak Nibong.

“Kami seperti tak berdaya lagi, air begitu cepat menggenangi rumah kami, segala upaya kami lakukan untuk mengantisipasi agar air tidak terus masuk ke dalam rumah, termasuk membendung pintu rumah,” kata Munandar.

Bukan hanya itu, karena banjir membuat padi warga yang baru siap panen hanyut dan banyak juga yang terendam sehingga petani terpaksa harus memindahkan batang padi yang baru siap dipotong itu ke tempat yang tidak ada air.

Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Abdya, Irigasi Krueng Baru Jebol
Irigasi Krueng Baru Jebol

Sementara itu, derasnya hujan juga mengakibatkan irigasi free intake wilayah Manggeng Raya jebol akibat diterjang arus deras Krueng Baru.

“Apa yang kita takutkan selama ini ternyata terbukti juga, arus deras Krueng Baru membuat dinding irigasi jebol, hal itu disebabkan gara-gara pembangunan bendungan Intake di atas badan sungai Krueng Baru wilayah Kabupaten Aceh Selatan sehingga irigasi Abdya yang terkena imbasnya,” kata Camat Lembah Sabil Usmadi SPd kepada wartawan melalui pesan singkat.

Terkait berapa jumlah lokasi yang terkena banjir, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya Anwar Daod, belum bisa terhubung sampai berita ini diturunkan, meskipun pesan singkat sudah dilayangkan namun juga tidak ada balasan dari yang bersangkutan. (Rizal)

To Top