Hukum

Eksekusi Cambuk Hari Jum’at, Ini Alasannya…

Eksekusi Cambuk Hari Jum’at, Ini Alasannya...

ACEHTERKINI.COM | Proses hukuman cambuk di Provinsi Aceh pada umumnya dilakukan setiap hari Jum’at. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan pelaksanaan hukuman cambuk ini juga bagian syiar Islam.

“Syiar dakwah atau syiar Islam biasa dilakukan di hari Jum’at, eksekusi cambuk ini juga merupakan bagian dari syiar Islam,” terang Illiza, usai pelaksanaan hukuman cambuk di Masjid Baitussalihin, Ulee Kareeng, Banda Aceh, Jum’at (18/9/2015).

Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Husni Thamrin juga sependapat dengan Illiza. Dikatakan Husni Thamrin, hari Jum’at banyak yang tidak bekerja, supaya ini bisa fokus.

“Tapi tidak mesti juga eksekusi dilakukan di hari Jum’at, hari-hari biasa juga bisa dilakukan hukuman cambuk,” kata Husni singkat.

Dalam Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam tidak disebutkan pelaksanaan hukuman cambuk harus dilakukan di Hari Jum’at.

Namun pada Bab VIII Ketentuan Pidana disebutkan hukuman cambuk dikenakan bagi orang yang menyebarkan paham atau aliran sesat, bagi orang yang tidak melaksanakan Shalat Jum’at tiga kali berturut-turut dan bagi orang yang menyediakan fasilitas untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan atau makan minum didepan umum dalam bulan Ramadhan.

Sedangkan hukuman cambuk bagi pelaku khamar, maisir dan khalwat diatur khusus dalam Qanun Aceh Nomor 12, 13 dan 14 Tahun 2003.

Hasil penelusuran acehterkini, pelaksanan hukuman cambuk pada hari Jum’at tidak hanya dilakukan di Banda Aceh. Justru di kabupaten kota lain di Aceh juga melaksanakan eksekusi cambuk di hari Jum’at, seperti di Aceh Besar, Aceh Tengah, Bireuen dan Aceh Barat. [Red]

To Top