Politik

DPR Aceh Reposisi Wakil Pimpinan Dari Partai Golkar

DPR Aceh Reposisi Wakil Pimpinan Dari Partai Golkar
Sidang Paripurna Pemberhentian dan Penggantian Pimpinan DPRA dari Partai Golkar, 30 September 2015
ACEHTERKINI.COM | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mereposisi Wakil Ketua DPRA dari Partai Golkar menyusul adanya surat usulan penggantian pimpinan DPRA dari DPD I Partai Golkar Nomor B-17/DPD-I/GK/IX/2014 tanggal 16 September 2015 yang ditanda-tangani oleh Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Provinsi Aceh, Drs. H. M Yusuf Ishaq.
Reposisi pimpinan DPRA tersebut diputuskan dalam Rancangan Keputusan DPRA melalui Sidang Paripurna Pemberhentian dan Penggantian Pimpinan DPRA, Rabu (30/9/2015) malam di Lantai II Ruang Serbaguna Gedung Sekretariat Dewan.
Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan di lintas fraksi di DPRA, kemudian juga melakukan pertemuan dengan pimpinan partai politik. Selanjutnya pembahasan dilakukan dalam Badan Musyawarah untuk disepakati agenda Paripurna terkait pemberhentian dan penggantian pimpinan DPRA dari Partai Golkar.
Surat DPD Tingkat I Partai Golkar Provinsi Aceh itu menyampaikan reposisi pimpinan DPRA dari Drs. H. Sulaiman Abda digantikan oleh M. Saleh S.Pd.I.
Sidang paripurna ini menetapkan M. Saleh S.Pd.I sebagai Wakil Ketua DPRA dari Partai Golkar untuk periode 2015-2019. Kemudian memberhentikan dengan hormat Sulaiman Abda sebagai Wakil Ketua DPRA.
“Keputusan ini akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Aceh. Sebelum ada keputusan dari Mendagri maka Sulaiman Abda masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRA,” terang Tgk. Muharuddin kepada insan pers usai Paripurna.
Sementara itu Ketua Fraksi Partai Golkar, Aminuddin mengatakan 99 persen anggota Partai Golkar di DPRA mendukung surat yang dikeluarkan oleh Ketua  DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh, Drs. H. M Yusuf Ishaq dan Sekretaris, H. Muntasir Hamid, SH. MH.
Dukungan tersebut diserahkan Aminuddin kepada Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin yang memimpin Sidang Paripurna Pemberhentian dan Penggantian Pimpinan DPRA, Rabu malam.
Sidang Paripurna yang seharusnya berlangsung pukul 20.30 wib, Rabu malam sempat diskor dua kali karena jumlah peserta yang hadir tidak mencapai korum. Ketua DPRA juga sempat memanggil masing-masing ketua fraksi ke ruangan ketua, sehingga sidang akhirnya dimulai sekitar pukul 22.30 wib sampai selesai. [Firman] 

To Top