Sosial

Tenaga Administrasi Lulus Sertifikasi Guru, Dinas Pendidikan di Abdya Membantah

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah tenaga administrasi dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga lulus sertifikasi seperti layaknya seorang guru mengajar.

Hal itu diutarakan oleh salah seorang anggota DPRK Abdya, Julinardi kepada wartawan, Sabtu (8/8/2015). Melalui selulernya, informasi tersebut ia terima dari sejumlah guru PNS yang dengan sengaja mendatangi dirinya untuk mengungkapkan dugaan hal yang tidak wajar itu.

“Ada beberapa guru yang mendatangi saya, mereka memberitahukan tentang adanya dugaan tenaga administrasi di Disdik Abdya lulus sertifikasi guru,” ungkapnya.

Kata Julinardi, secara aturan yang berhak lulus sertifikasi itu adalah guru bukan tenaga adminisatrasi di instansi terkait, sebab yang berhak memperoleh tunjangan adalah guru yang bersetifikat.

Tunjangan profesi guru untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditetapkan sejak undang-undang guru dan dosen terbit. Tunjangan sertifikasi yang diberikan dengan konsep peningkatan kompetensi PTK hingga saat ini amanah termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.

Untuk itu Julinardi meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas adanya dugaan yang dinilai menyalahi aturan tersebut. “Jika benar adanya informasi seperti itu, kita akan segera menindak lanjuti laporan itu,” cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdik Abdya, Drs Yusnaidi MPd melalui Sekretarisnya, Edwar Taufik, yang dikonfirmasi wartawan secara terpisah, membantah keras adanya indikasi tersebut. kata Taufik informasi itu jelas tidak benar dan terkesan mengada-ngada.

“Informasi tersebut tidak benar, yang ada ialah tenaga administrasi yang menerima Tunjangan Prestasi Kerja (TPK),” tegasnya.

Sebab dalam aturan telah ditentukan bahwa yang berhak menerima tunjangan sertifikasi adalah guru yang sudah bersetifikat dan telah dinyatakan lulus uji kompetensi guru tentunya dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Maka dari itu, sertifikasi tidak diperuntukan bagi sembarang PNS, sehingga sangat mustahil jika ada PNS yang bukan guru di Disdik Abdya lulus sertifikasi dimaksud.

“Karena yang berhak menerima tunjangan sertifikasi adalah guru yang mengajar, guru kelas, kepala sekolah, guru bidang studi dan pengawas. Tunjang itu juga tidak serta merta didapatkan, namun setelah dikeluarkannya SK dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap para guru penerima, barulah uang tersebut dapat dicairkan,” singkat Taufik. (Rizal)

To Top