Hukum

Status Tersangka Bupati Bener Meriah, Anggota DPRA : Hormati Proses Hukum

Status Tersangka Bupati Bener Meriah, Anggota DPRA : Hormati Proses Hukum
Bardan Sahidi

ACEHTERKINI.COM | Kasus korupsi pembangunan pelabuhan Sabang yang menjerat Bupati Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani, turut mengundang keprihatinan sejumlah pihak, salah satunya Bardan Sahidi, anggota DPRA asal pemilihan Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Bardan mengaku sejak setahun lalu sudah mengetahui keberadaan Ruslan yang diperiksa oleh KPK.

“Sepengetahuan kami, bahwa beliau pernah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik KPK setahun silam”, ujar Bardan, Rabu (5/8/2015)‎ yang juga mengharapkan semua pihak semestinya menghormati proses hukum.

Terkait gebrakan KPK yang memeriksa Ruslan atas dugaan praktek korupsi yang terjadi saat dirinya menjabat ketua BPKS Sabang tahun 2004, Bardan mengaku menghormatinya.

“Kita hormati proses hukum, dan penetapan status seseorang, (equality before the law) dalam pandangan hukum semua sama,” ujar Politisi PKS ini.

Agar ke depannya kepala daerah tidak terjerat berbagai tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi, Bardan mengingatkan agar konsultasi dan koordinasi perlu ditingkatkan sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan.

“Belajar dari banyak kasus yang menjerat pejabat dan kepala daerah yang tersangkut masalah hukum, sejak era otonomi daerah mengharuskan kita ekstra hati-hati sebelum mengambil kebijakan. Fungsi konsultasi dan koordinasi menjadi penting,” demikian Bardan Sahidi. [red]

To Top