Nasional

Serapan Anggaran Rendah, Ini Sanski Dari Pemerintah Pusat

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Pusat akan memberikan sanksi bagi Pemda yang penyerapan anggaran belanjanya masih rendah. Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan, ada dua sanksi yang rencananya akan dikenakan kepada pemda yang masih “membandel”.

“Pertama penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH) periode berikutnya pada tahun anggaran berjalan, tidak akan diberikan dalam bentuk kas, namun dalam bentuk Surat Berharga Negara,” jelas Menkeu dikutip dari laman Kementerian Keuangan RI, Jum’at (21/8/2015).

Sanksi kedua adalah penghentian penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran berjalan dan pengurangan alokasi DAK TA berikutnya.

“Pemda wajib menyampaikan laporan realisasi penyerapan DAK secara triwulan. Jika realisasi penyerapan belum mencapai 75 persen, dan pemda memiliki dana tidak wajar di bank, maka DAK triwulan berikutnay tidak disalurkan,” papar Menkeu.

Pemerintah pusat juga berencana menerbitkan peraturan terkait dana idle, untuk mengatasi rendahnya penyerapan anggaran pada pemerintah daerah (pemda).

Dana idle adalah dana yang ditempatkan di bank dalam bentuk giro, deposito, dan tabungan yang jumlahnya melebihi kebutuhan belanja APBD selama 3 bulan.

“Dana idle ini kebanyakan hanya tersimpan sebagai rekening pemda di perbankan,” jelasnya.

“Kita lihat seberapa besar perubahan kasnya,” tambahnya. Kemudian, posisi kas yang tidak digunakan di APBD akan dicocokkan dengan simpanan pemda di bank. “Jadi kita matching dengan pergerakan uang pemda di daerah dengan simpanan di bank. Untuk tentukan berapa besar dana idle di pemda,” jelas Menkeu. Jika dana idle ini tidak berkurang, maka pemda akan dikenakan sanksi.

Saat ini, menurut Menkeu, transfer daerah jauh lebih cepat dari beberapa tahun yang lalu, dalam hal nominal. Sehingga Menkeu sangat menyayangkan besarnya angka dana idle tersebut.

“Jadi tidak ada alasan untuk tidak pakai uang itu. Dan itu haknya masyarakat, untuk pelayanan, untuk bangun infrastruktur,” pungkasnya. [red]

To Top