Sosial

Rehab Gereja, Pendeta HKBP Temui Walikota Banda Aceh

Rehab Gereja, Pendeta HKBP Jumpa Walikota Banda Aceh
Pertemuan Walikota Banda Aceh dengan Pengurus HKBP

ACEHTERKINI.COM | Pendeta Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Banda Aceh, Luspida Simanjuntak STh mengaku merasa sangat nyaman beribadah di Banda Aceh tanpa ada gangguan dari pihak manapun.‎

Bersilaturrahmi dengan Wali Kota Banda Aceh, kemarin, ia mengatakan HKBP Banda Aceh berdiri sejak 1964 di Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam.

“Saya ditugasnya oleh HKBP Pusat di Jakarta untuk melayani 600 jemaat atau sekira 200 kepala keluarga di Gereja HKBP di Banda Aceh,” ujar Luspida Simanjuntak.

“Selama 50 tahun lebih berdiri, gereja kami tidak pernah diganggu. Sampai saat ini, kami sangat nyaman beribadah di Banda Aceh. Hubungan kami dengan warga sekitar juga terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Luspida juga mengungkapkan keinginan pihaknya untuk merenovasi rumah ibadah mereka yang juga terdampak gempa dan tsunami 2004 lalu. “Gereja kami sudah tua, dindingnya masih papan dan beberapa bagiannya sudah rusak termasuk jendelanya. Hingga kini belum pernah direnovasi. Saat angin kencang, ibadah pun jadi tak nyaman,” katanya.

Menyambut kedatangan Pendeta Luspida dan rombongan, Wali Kota Illiza menyampaikan komitmenya untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Madani yang sangat menghargai perbedaan, namun tetap tidak mencampuradukkan antara yang haq dan yang bathil.

“Seperti kita lihat bersama, sejak dahulu kerukunan antar umat beragama di Banda Aceh memang sudah terjalin dengan baik. Contohnya, tak jauh dari Masjid Raya Biturrahman dan hanya dipisahkan oleh Krueng Aceh, juga berdiri sebuah gereja dan tak pernah ada gesekan. Begitu juga dengan rumah ibadah-rumah ibadah agama lainnya,” katanya.

Wali kota menambahkan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan lintas agama selama ini juga kompak dan aktif membangun komunikasi.

Terkait izin renovasi gereja, Illiza mengatakan selama hal tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku, ia mempersilahkannya. “Setelah pertemuan awal ini, nanti ada rapat teknis dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) yang terdiri dari Kankemenag dan SKPD terkait, semoga bisa menghasilkan keputusan terbaik,” harap Illiza.

Sementara itu, Sekda Bahagia menambahkan, hari ini, Rabu (12/8/2015) BKPRD akan membahas agenda renovasi Gereja HKBP Banda Aceh secara internal terlebih dahulu.

“Semoga proses pembahasannya dapat segera selesai, dan jika diperlukan nantinya kami juga akan mengundang pihak HKBP,” ujarnya.

“BKPRD memang rutin mengadakan rapat untuk membahas IMB, terutama yang menyangkut fasilitas publik. Bukan hanya untuk gereja atau rumah ibadah agama lainnya, pendirian Masjid, hotel, rumah sakit hingga tower pun mekanismenya tetap sama,” terang Sekda. [Red]

To Top