Layanan Publik

Proyek Otsus Rehap Plafon RSUTP Abdya Lukai Pasien Melahirkan

Proyek Otsus Rehap Plafon RSUTP Abdya Lukai Pasien Melahirkan
Proyek Rehab Plafon di RSUTP Abdya

ACEHTERKINI.COM | Seorang pasien melahirkan di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami luka robek dibagian tangan termasuk bayi pasien yang baru dilahirkan juga terkena goresan serpihan kaca dikelopak mata.

Kejadian itu bermula saat proyek rehap plafon di Rumah Sakit setempat sedang dikerjakan, sementara pasien melahirkan yang diketahui bernama Syamsidar (34) warga Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Lembah Sabil sedang menjalani perawatan di kamar rawat inap yang bersebelahan dengan lokasi pengerjaan rehap plafon tersebut.

Syamsidar didampingi suaminya Agus Salim (37), Selasa (4/8/2015) menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada sore hari Senin (3/8/2015) sekitar pukul 15.30 WIB saat ia beristirahat pasca menjalani operasi persalinan anak perempuannya.

“Kami tidak terlalu memperdulikan aktifitas para pekerja yang sedang membongkar plafon untuk digantikan dengan yang baru. Secara tiba-tiba, kaca ruangan yang berada tepat disebelah ranjang saya pecah terkena benturan keras material plafon. Saat itu juga pecahan kaca menimpa tubuh saya dengan sempat melukai pergelangan tangan kanan. Begitu juga dengan anak saya yang baru berumur beberapa jam juga terkena serpihan kaca,” terangnya.

Terkait kejadian itu, Direktur RSUTP Abdya, Darusman yang dihubungi wartawan mengaku sedang berada di luar daerah. Namun ia telah mendapatkan laporan tentang kecelakaan kerja yang telah menciderai pasien baru melahirkan beserta bayinya.

Kabid Keperawatan RSUTP Abdya, Yulidar mengaku telah menangani pasien yang cidera pasca kejadian. Begitu juga bayi pasien telah dirujuk ke Rumah Sakit Cut Nyak Dien, Meulaboh Kabupaten Aceh Barat guna mendapatkan perawatan intensif dari dokter spesialis mata.

Disebutkan, bayi dimaksud hingga sekarang masih menjalani perawatan karena mata bayi masih terlihat memerah. Oleh karenanya dokter spesialis mata masih perlu melakukan observasi serta perawatan lebih intensif.

“Dari laporan yang kami terima siang ini, kondisi bayi sehat dan tidak terluka. Hanya saja matanya sedikit memar, sehingga perlu dilakukan perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Musliadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari proyek tersebut menyebutkan, proyek tersebut bersumber dari dana Otsus dengan nama kegiatan rehab plafon rawat inap dan pemasangan kanopi musala dengan jumlah anggaran Rp 787 juta lebih yang dikerjakan CV Paya Lhok Permai.

“Proyek dengan nomor kontrak 602/80/RSUTP-OTSUS/2015 itu baru saja berjalan, terkait kejadian itu kami tetap bertanggung jawab dengan kondisi yang dialami pasien berserta bayinya,” demikian tandasnya.

Secara terpisah Direktur CV Paya Lhok Permai, Yusbar selaku pelaksana kegiatan akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa pasien baru melahirkan beserta bayinya. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah kecelakaan kerja, akan tetap segala kesekuensi tetap akan ditanggulangi.

“Kami akan bertanggung jawab sepenuhnya. Kejadian ini merupakan kecelakaan dan kami selaku pihak pelaksana tetap berupaya menyelesaikan segala bentuk yang akan ditimbulkan, terutama terhadap kesehatan pasien berserta bayinya,” jelasnya yang mengaku sedang berada di Rumah Sakit Cut Nyak Dien guna memantau perkembangan kesehatan bayi dimaksud. [by-Rizal]

To Top