Ekonomi

Petani Sawit di Aceh Barat Daya Butuh PKS

Petani Sawit di Aceh Barat Daya Butuh PKS
Petani Sawit [Mongabay]

ACEHTERKINI.COM | Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bertahan dengan harga level terendah. Hal itu disebabkan Abdya belum memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS), sehingga komoditi perkebunan andalan bagi sebagia besar masyarakat Abdya itu tak kunjung naik.

Munir seorang petani sawit di Kecamatan Kuala Batee, Selasa (18/8/2015) menyebutkan harga sawit saat ini masih berkisar antara Rp600 sampai dengan Rp850 per kilogram, kondisi seperti itu terus bertahan hingga sekarang.

“Sebelumnya harga TBS sawit pernah menempati harga Rp1.300 per kilogram, kemudian terus menurun hingga mencapai harga terendah yaitu sekitar Rp600 sampai Rp850 per kilogram,” sebutnya.

Menurut Munir, para petani tidak mungkin mempertahankan ratusan ton sawit untuk disimpan sambil menunggu harga kembali stabil, sebab TBS akan membusuk dan akan mengarah pada kerugian. Sehingga dengan sangat terpaksa, harus dijual meski harga murah.

Di lain sisi, kalangan DPRK Abdya mendesak Pemkab Abdya untuk mengatasi persoalan itu, salah satunya dengan melanjutkan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS).

Samsul Rizal SP, anggota DPRK Abdya dari Komisi B yang membidangi masalah perkebunan dan pertanian mengatakan, desakan itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap nasib petani sawit. Dimana saat ini TBS di Abdya masih merosot dan belum diketahui kapan kembali stabil.

“Informasi yang saya terima, harganya di bawah Rp 1.000 per kilogram, yakni sekitar Rp 600 sampai Rp.850 per kilogram,” ungkapnya.

Seandainya bangunan PKS Abdya sudah selesai dan bisa difungsikan, meski harga TBS murah, paling tidak membantu para petani sawit dalam menekan biaya transportasi saat panen tiba.

“Kita sama-sama tahu, PKS Abdya tersandung masalah hukum, seharusnya Pemkab mencari solusi agar kondisi ini tidak berlarut-larut,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Abdya, Herman Suryadi mengakui anjloknya harga TBS sawit di Abdya.

“Kami akui, dengan harga murah ditambah biaya transportasi ke Nagan Raya, petani kita sangat kewalahan, andaikan PKS Abdya terwujud sungguh suatu rahmat tak terkira bagi petani sawit Abdya. Tentunya Pemkab Abdya akan mengupayakan agar untuk mewujudkan kemakmuran petani,” pungkasnya.

Dia mengungkapkan, luas lahan sawit di daerah itu secara keseluruhan berkisar 17.100 hektar, sementara yang sudah panen berkisar 10.140 hektar.

Dari luas keseluruhan lahan itu terdapat lahan perkebunan rakyat diluar milik Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan, sementara di Abdya ada 3 HGU yang menekuni perkebunan sawit. Masing-masing, HGU PT Cemerlang Abadi dengan luas lahan 7.500 hektar, PT Dua Perkasa Lestari 2.600 hektar dan PT Watu Gede 2.600 hektar. [Rizal]

To Top