Lingkungan

Nuridin, Mukim Burni Reje Linge, Tugasnya Jaga Lingkungan Lebih Besar

Nuridin, Mukim Burni Reje Linge, Tugasnya Jaga Lingkungan Lebih Besar
Nasaruddin Lantik Nuridin Mukim Burni Reje Linge

ACEHTERKINI.COM | Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, melantik Mukim Burni Reje Linge kecamatan Atu Lintang, Nuridin. Pelantikan berlangsung Jum’at (7/8/2015) di mesjid kampung Atu Lintang

Turut hadir Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah, Anda Suhada, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Jakfar, Camat Atu Lintang Junaidi, segenap reje dan tokoh masyarakat setempat.

Nuridin terpilih dengan suara mayoritas sebagai Mukim dalam proses pemilihan yang digelar bulan Juni lalu, Nuridin menggantikan Syamsuddin yang selama ini menjabat mukim dalam status Bedel (pejabat sementara).

Nuridin akan membawahi 11 kampung defenitif dan 2 kampung persiapan di Kecamatan Atu Lintang

Melalui Keputusan Bupati Aceh Tengah nomor 141/452/BPMPK/2015 tertanggal 24 juni 2015, Nuridin akan menjabat sebagai Mukim selama 5 tahun kedepan.

Nasaruddin menjelaskan kedudukan pemerintahan Mukim memiliki kekhususan, selain hanya ada di Aceh dengan struktur jabatan diantara camat dengan kepala kampung (Reje), tugas dan fungsinya juga berbeda.

Menurut Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin tugas Mukim beda dengan Camat juga tidak sama dengan Reje, jika Camat dan Reje memiliki tugas pemerintahan umum, sosial kemasyarakatan dan pembangunan yang relatif harus seimbang, sedangkan Mukim punya tugas sosial kemasyarakatan yang lebih besar, walau porsi tugas pemerintahan dan pembangunan juga ada meskipun relatif kecil

“Tugas sosial kemasyarakatan yang diemban Mukim lebih rinci lagi, setidaknya melingkupi adat dan budaya, agama serta pelestarian lingkungan,” ungkap Nasaruddin.

Fungsi mengawal pelestarian lingkungan menjadi salah satu tugas mukim disamping tugas kemasyarakatan lainnya dalam penguatan adat istiadat dan budaya serta kehidupan beragama.

Ditambahkannya, menjaga kelestarian alam merupakan kewajiban seluruh masyarakat, karena jika eksploitasi alam terlalu berlebihan dan tidak terkontrol sama saja dengan mewariskan atau menurunkan kemiskinan kepada anak cucu kelak.

Jikapun harus berkebun ke hutan, kata Nasaruddin, agar setiap warga memperhatikan batas hutan lindung yang menjadi sumber air dan berlindungnya hewan liar.

“Jangan nanti semua dikerjakan, ada porsi masing-masing, dan kami harap jajaran aparat di lingkup kecamatan dapat berkoordinasi dengan baik untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.” demikian Nasaruddin. [Red]

To Top