Layanan Publik

Lapangan Olahraga Dijadikan Pasar Malam, DPRK Abdya Berang

Lokasi lapangan bola kaki di Susoh, Abdya di jadikan pasar malam [Rizal]

ACEHTERKINI.COM | Anggota DPRK Aceh Barat Daya mengaku sangat kecewa adanya pengalihan fungsi lapangan olahraga menjadi pasar malam di Kecamatan Susoh, kabupaten setempat.

Kepada acehterkini, Jum’at (28/8/2015), Zul llfan anggota Komisi A DPR Abdya mengaku kaget mendengar laporan dari salah seorang guru di Susoh.

Menurutnya, para guru di Susoh protes karena lapangan bola kaki yang selama ini dijadikan sebagai tempat olahraga siswa dijadikan pasar malam. “Ini mengganggu proses belajar dan mengajar,” katanya.

“Ini sudah keterlaluan, kok lapagan olahraga dijadikan pasar malam. Bukan tidak boleh, namun mesti diberikan lokasi yang tepat agar tidak menganggu belajar siswa,” tegas Politisi PKB ini.

Para guru, kata Zul llfan menginginkan DPRK memanggil Camat Susoh dan Kepada Desa setempat untuk mempertanyakan soal izin pasar malam di lokasi tersebut dan mencari solusi agar belajar-mengajar siswa pelajaran Penjakes tidak terganggu.

“Memang aktifitas pasar malam itu beroperasi pada sore hingga malam hari, namun sejumlah tenda-tenda yang didirikan tersebut mengganggu saat siswa  melakukan praktek olahraga atau aktifitas lainnya,” ujar Zul Ilfan.

Untuk itu, Zul Ilfan telah memanggil camat setempat dan juga Kepala desanya supaya meluruskan masalah tersebut, disamping itu guru yang bersangkutan juga ikut hadir ke DPRK Abdya agar tidak timbul kesalahpahaman.

“Kita sudah panggil Camat dan Kepala Desa juga ikut serta sejumlah guru, nanti akan kita luruskan titik permasalahannya,” sebutnya sembari mengatakan kalau musyawarah itu akan segera dimulai.

Camat Susoh, Nazli yang dihubungi terpisah membenarkan kalau pihaknya telah menerima rekomendasi dari kepala desa setempat untuk mendirikan lokasi pasar malam yang izinnya tertera dalam permohonan pihak panitia pasar malam mulai dari 30 Agustus sampai 6 September 2015  mendatang.

Nazli juga memberitahukan kalau dirinya telah menerima panggilan dari DPRK Abdya untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Nanti akan saya kabari kembali apa keputusan yang diambil saat bertemu dengan DPRK, yang jelas kalau disuruh pindah akan kita berikan lokasi diseberang lapangan tersebut namun tidak mengganggu aktifitas belajar siswa,” tuturnya singkat. [by.Rizal]

To Top