Sosial

Konflik Di Dunia Terjadi Karena Ingin Merebut Sumber Energi

Konflik Di Dunia Terjadi Karena Ingin Merebut Sumber Energi
Kasdam IM Memberikan Kuliah Umum di Unsyiah, 29 Agustus 

ACEHTERKINI.COM | Pesatnya populasi penduduk dunia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pangan, air bersih, dan energi akan menjadi pemicu munculnya konflik-konflik baru.

Hal itu ditegaskan Kepala staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam IM) Brigjen TNI L Rudi Polandi saat membuka Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa (Pakarmaru) yang dikuti 1.600 mahasiswa, di Universitas Syiah Kuala di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2015).

“Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadi arena persaingan kepentingan nasional berbagai negara. Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga,” kata Brigjen TNI L. Rudi Polandi.

Menurutnya, konflik-konflik di belahan dunia terjadi akibat persaingan kepentingan antarnegara untuk menguasai sumber energi sehingga terciptanya sistem perang proxy (proxy war).

Kasdam mencontohkan, invasi Iraq ke Kuwait pada 2 Agustus 1990 merupakan jalan pintas untuk memulihkan ekonomi Iraq akibat turunnya harga minyak di pasaran internasional.

Beliau menambahkan, Amerika Serikat mengkhawatirkan situasi itu akan menggoyang harga minyak dunia dan mengganggu pasokan minyak ke negaranya. Dengan berbagai dalih, akhirnya Amerika melakukan invasi ke Iraq dengan operasi militer yang dikenal dengan Operasi Badai Gurun (Dessert Storm).

“Pada 2013, British Petroleum (BP) mengeluarkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa sisa energi fosil dunia tinggal sekitar 40 tahun, sedangkan sisa energi fosil di Indonesia tinggal 16 tahun. Sehingga energi dunia akan habis pada 2053 dan Indonesia pada 2029 dengan asumsi bahwa kebutuhan energi dunia tidak meningkat. Padahal, BP pada awal tahun ini memperkirakan bahwa konsumsi energi dunia pada 2035 meningkat sampai 41 persen dari kebutuhan hari ini,” jelas Kasdam.

Turut juga hadir Kapendam IM, Kolenel Inf Mahfud, rektor Unsyiah, Prof. Dr. Samsul Rizal, M.Eng serta civitas akademika Unsyiah, Aslog Kasdam IM Kolonel Arm Muzahar, Kabintaldam IM Kolonel Caj Drs Ahmad Husen, MA., Dandim 0101 BS Letkol Inf Riswanto,  Waaster Kasdam IM Letkol Inf Mahesa, Waasops Kasdam IM Letkol Inf Iwan serta civitas akademika Unsyiah. [Red]

To Top