Sosial

Karnaval HUT RI di Banda Aceh Tidak Mencerminkan Kota Madani

Karnaval HUT RI di Banda Aceh Tidak Mencerminkan Kota Madani
Saat Azan Maghrib, Ruas Jalan Sekitar Lapangan Blang Padang Macet Total Usai Karnaval HUT RI ke 70 di Kota Banda Aceh, Selasa 18 Agustus 2015

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah warga dan guru yang membawa anak-anak didiknya pada karnaval HUT RI ke-70 di Kota Banda Aceh merasa kecewa karena kerja panitia dinilai sangat tidak beraturan.

Pasalnya waktu karnaval yang seharusnya pukul 14.00 wib molor sampai pukul 15.00 wib. Konon lagi ketika anak-anak sekolah SD sampai SMA disuruh pawai berjalan kali setelah kenderaan berkonvoi. Padahal anak-anak sudah berkumpul sejak pukul 13.00 wib ditengah teriknya matahari.

Para guru mengeluh karena tidak tersedianya tempat shalat di lapangan Blang Padang. Mereka mengeluh karena kegiatan ini dilakukan pada waktu-waktu shalat. Apalagi begitu azan maghrib, begitu pula barisan anak-anak sekolah selesai.

“Tulis nama saya Mukhtar, tolong sampaikan kepada Illiza, Wali Kota Banda Aceh, begini cara mengurus kota Madani yang bersyariat, coba lihat fasilitas di Blang Padang, tempat shalat tidak ada, lampu penerang di waktu malam juga tidak ada. Kemudian bagaimana mengatur panitia sampai waktu Shalat Maghrib acara baru selesai,” kata Mukhtar kecewa.

Mukhtar yang merupakan salah seorang wali murid menyayangkan kegiatan Karnaval HUT RI ke-70 di Banda Aceh tidak mencerminkan Kota Madani sebagaimana yang diagung-agungkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Seharusnya acara beginian dilakukan pagi hari dan anak-anak sekolah yang lebih didahulukan, jadi tidak sampai maghrib,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan para guru dan wali murid di Blang Padang. “Semoga kegiatan dengan cara seperti ini menjadi yang pertama dan yang terakhir, jangan sampai terulang lagi,” pinta sejumlah guru.

Para guru berharap kegiatan yang seperti ini kedepan dapat dilaksanakan pada pagi hari. “Jangan setelah disuruh memakai pakaian yang sesuai dengan Syariat Islam tapi anak-anak dan guru pendamping melewatkan waktu Ashar, kalau begini bukan kota madani,” ujar salah seorang guru.

Untuk menghindari macet, anak-anak sekolah seharusnya didahulukan pulang. Sedangkan kenderaan hias tunggu sampai selesai Maghrib.

Sebelumnya beredar surat dari Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, nomor 426/A5/5541/2015, perihal Lomba Karnaval Pawai Budaya HUT RI Ke-70.

Surat yang ditandatangani atas nama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, T. Angkasa meminta jumlah peserta tiap sekolah sebanyak 50 orang dengan memakai pakaian muslim atau muslimah, pakaian adat daerah Aceh, pakaian adat nusantara, pakaian profesi dan pakaian nasional yang sesuai dengan Syariat Islam.

Transportasi dan konsumsi ditanggung oleh peserta masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2015 pukul 14.00 wib sampai selesai, bertempat di Blang Padang, Kota Banda Aceh. [red]

To Top