Peristiwa

Hujan Deras, Lima Desa di Aceh Barat Daya Langganan Banjir

Hujan Deras, Lima Desa di Aceh Barat Daya Langganan Banjir
Diguyur hujan, Aceh Barat Daya banjir

ACEHTERKINI.COM | Hujan deras pada Rabu (19/8/2015) sekitar pukul 16.00-21.00 WIB di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membuat luapan air menggenangi sejumlah desa dalam tiga kecamatan di kabupaten setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Anwar Daud melalui sekretarisnya, Empi Syafril kepada wartawan, Kamis (20/8/2015) menyebutkan, terdapat lima desa di kecamatan berbeda sering terjadi banjir.

Diantaranya, Desa Masjid, Padang Kawah dan Drien Jaloe kawasan Kecamatan Tangan-Tangan, Desa Alue Mangota Kecamatan Blangpidie, Desa Tangah dan Kepala Bandar di Kecamatan Susoh.

Hasil pantauan pihak BPBK Abdya, air mulai menggenangi pemukiman warga setelah satu jam diguyur hujan lebat. Banjir berasal dari luapan saluran yang tidak mampu menahan debit air hujan serta debit air dari kawasan pegunungan daerah setempat.

Dengan waktu singkat, banjir  bercampur lumpur terus memasuki kawasan pemukiman dan rumah warga yang berada berdekatan dengan saluran air, ditambah lagi posisi badan rumah warga sedikit lebih rendah.

Kondisi luapan air telah menggenangi beberapa rumah di Desa Masjid dan Pantee Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan, Arli (40) warga setempat, mengatakan bahwa air luapan dari sungai tak mampu dibendung, sehingga sejumlah desa yang berdekatan dengan sungai harus tergenang air hingga lutut orang dewasa.

“Kami sudah menjadi langganan banjir, meski tidak berlansung lama, tetapi lumpur membuat kondisi dalam dan halaman rumah menjadi kotor,” ungkapnya singkat.

Disamping itu, Pagar Kantor Kejaksaan Negeri Blangpidie juga ikut rubuh sekitar 30 meter karena tidak mampu menahan terjangan air.

Selain itu, Jalan Bukit Hijau menuju kompleks perkantor Pemkab Abdya tepatnya di depan Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Abdya juga longsor sepanjang 10 meter dengan kedalaman mencapai 5 meter, namun longsornya jalan itu tidak mengganggu aktifitas pengguna jalan.

Bencana alam berupa banjir luapan yang kerap melanda Abdya akhir-akhir ini umumnya disebabkan karena adanya pendangkalan sungai. Hal tersebut diperoleh dari pemantauan lapangan BPBK setempat yang menyimpulkan bahwa rata-rata aliran sungai yang berada di sembilan kecamatan di wilayah itu semakin dangkal. (Rizal)

To Top