Sosial

Gara-Gara Fee Proyek, Eks GAM Mengamuk di Kantor Bupati Aceh Timur

Gara-Gara Fee Proyek, Eks GAM Mengamuk di Kantor Bupati Aceh Timur
Aksi Eks GAM Mengamuk di Kantor Bupati Aceh Timur, Senin (3/8/2015)

ACEHTERKINI.COM | Ratusan mantan kombatan yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Timur, hari ini Senin (03/08/2015), menggeruduk kantor bupati setempat. Aksi unjuk rasa itu dilakukan sebagai bentuk protes mereka terhadap Bupati Hasballah M. Thaeb terkait dugaan pemotongan fee 10 persen dana yang mengatasnamakan mantan kombatan.

Demo tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00WIB pagi tadi. Para penggelar aksi ini meliputi para mantan kombatan dan masyarakat Aceh Timur yang jumlahnya mencapai kurang lebih 500 orang.

“Kami dari KPA/masyarakat tidak setuju dengan pengutipan 10 persen itu. Kami menyesal juga karena bupati tidak ditempat, ketua DPRK dan kepala dinas juga tidak ada disini (kantor Bupati),” kata salah seorang eks kombatan, Syarifuddin alias Bang Kumis, saat ditemui acehterkini di Idi, Aceh Timur, Senin (3/8/2015).

Didampingi Pang Mahdi yang juga (Eks Kombatan), Bang Kumis mengatakan, dana fee 10 persen itu diduga di kutip dari masing-masing kontraktor di lapangan, kemudian uang tersebut diatasnamakan kepentingan eks kombatan di Aceh Timur.

“Yang jadi masalah, (uang itu) diatasnamakan kepentingan sagoe atau unsur GAM. Atas perkara ini, kami menegaskan bahwa kami tidak melakukan dan tidak menghimbau serta tidak meminta uang itu melalui bupati,” ungkap Bang Kumis.

Dia (Bupati Aceh Timur), lanjut Kumis, itu adalah uang rakyat, jadi tidak seawajarnya dipotong sembarangan. Kasus tersebut menurutnya sudah berjalan sekitar kurang lebih 3 tahun hingga sekarang.

Kumis menambahkan, poin-poin yang dituntut para eks kombatan dan masyarakat ini salah satunya adalah meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki arah dana tersebut, kemudian hal itu sangat merugikan nama baik para eks kombatan GAM di Aceh Timur.

“Sebelum ditender, fee 10 persen sudah diambil dari proyek-proyek (bangunan fisik) yang sudah ditentukan pekerjanya (rekanan),” tambah Kumis.

Selesai aksi yang dilakukan eks GAM, aksi selanjutnya dilakukan para mahasiswa kabupaten setempat yang tergabung dalam KMPA.

“Para mahasiswa malah mendukung Pemerintah Aceh Timur dan membantah ada pemotongan fee 10 persen, ini juga kita sesalkan,” kata Kumis menutupi pembicaraan dengan acehterkini.

Hingga berita ini disiarkan, pihak acehterkini belum berhasil mendapat keterangan dan kesimpulan terkait persoalan itu. Sementara Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaeb yang sempat dihubungi masih diluar jangkauan.[By-Jamal]

To Top