Sosial

GAM di Swedia, Bakhtiar Abdullah : UUPA Harus Direvisi dan KKR Harus Dimulai

Bakhtiar Abdullah
Bakhtiar Abdullah

ACEHTERKINI.COM | Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Stockholm, Negara Swedia, Bakhtiar Abdullah menyampaikan muhasabah satu dasawarsa Perdamaian Aceh, 15 Agustus 2005 – 15 Agustus 2015.

Muhasabah yang disampaikan dalam surat elektroniknya itu, mendesak agar point-point dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh yang tidak mengakomodir dengan MoU Helsinki agar segera di revisi. Tujuannya untuk melancarkan situasi ekonomi, sosial dan politik di Aceh.

Bakhtiar Abdullah yang juga anggota perunding MoU Helsinki dari GAM mendesak pemerintah agar segera menjalankan KKR dan Joint Claim Settlement (JCS) untuk menampung korban konflik.

Proses re-integrasi juga harus ditingkatkan untuk menampung mantan kombatan GAM yang belum menyeluruh untuk menghilangkan konflik horinzontal. ”Organisasi adhoc seperti KPA itu harus tahu tujuan organisasi itu dibuat, jangan hanya untuk kepentingan kelompok atau pribadi,” ujar Bakhtiar Abdullah.

Anggota GAM di Swedia meminta para anggota GAM dan Eks GAM di Aceh agar tidak lagi ikut menjadi kepala daerah atau menjadi anggota dewan untuk masa yang akan datang. ”Kalau anda tetap mau ikut, maka jangan membawa-bawa nama GAM,” tegas Bakhtiar Abdullah.

Tambah Bakhtiar, GAM dan Eks GAM harus menahan diri pada Pemilukada yang akan datang. Apapun bendera partai kita harus bersatu teguh demi pembangunan Aceh yang bermartabat.

Kami minta Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Aceh agar menyelesaikan semua butir-butir MoU Helsinki yang telah disepakati. “Kami akan terus memantau proses ini,” demikian Bakhtiar Abdullah. [Red]

To Top