Peristiwa

Enam Ekor Kerbau Warga Abdya Di Gasak Maling

ACEHTERKINI.COM | Pencurian ternak semakin marak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), baru-baru ini, enam ekor kerbau milik warga Desa Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten setempat dilaporkan raip digasak maling pada Selasa (11/8/2015) sekitar pukul 03.00 WIB pagi.

Mengetahui kerbaunya hilang, Adnan H warga Desa Cot Jeurat, yang merupakan pemilik keenam kerbau tersebut, lansung melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi.

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH, melalui Kasat Reskrim AKP Misyanto, Kamis (13/8/2015) membenarkan telah terjadi pencurian kerbau milik warga Desa Cot Jeurat, Blangpidie. Saat ini pihaknya terus memburu pelaku setelah menerima laporan pencurian dari pemilik kerbau tersebut.

“Kita terus memburu pelaku ke sejumlah lokasi, terutama ditempat-tempat penampungan pembelian kerbau, tapi sejauh ini belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan kerbau-kerbau itu,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan pemilik kerbau, lanjut Misyanto, keenam ekor kerbaunya hilang saat berada dalam satu kandang, kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 03.00 wib, saat ia menuju kandang, ternyata keenam ekor kerbaunya sudah hilang entah kemana.

Pada saat polisi melakukan penyelidikan ke lokasi, tim resmob Polres Abdya menemukan bekas ban mobil sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.

“Kita belum bisa memastikan, apakah pelaku menggunakan kendaraan atau tidak, namun kita masih memprediksi kalau kerbau-kerbau tersebut pasti dibawa menggunakan truk atau sejenisnya,” kata Misyanto.

Disamping bekas ban mobil, pihaknya hanya menemukan jejak-jejak kaki kerbau di lokasi kandangnya saja, namun sejauh dari lokasi itu tidak ditemukan adanya jejak kaki yang sama.

Untuk mempersempit gerak si pelaku, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah polsek-polsek diwilayah Abdya, hingga ke wilayah Aceh Selatan dan Nagan Raya.

“Kita akan terus berupaya untuk mencari kerbau termasuk meringkus pelakunya, disamping itu kita juga meminta pemilik kerbau untuk melacak keberadaan kerbaunya, karena yang lebih tau persis bentuk kerbau itu adalah pemiliknya,” tutur Misyanto.

Dilain hal, Misyanto meminta kepada masyarakat untuk terus mengawasi ternaknya agar tidak raip digasak maling, sebab pencurian ternak di Abdya bukan satu atau dua kali lagi, malahan hampir sering terjadi.

“Ini termasuk pencurian ternak terbesar dalam tahun ini, karena enam ekor kerbau sekaligus dapat dicuri dari kadang pemiliknya,” pungkas Misyanto. [Rizal]

To Top