Sosial

Eks GAM Minta Janji Politik “ZIKIR” Diselesaikan

Eks GAM Minta Janji Politik “ZIKIR” Diselesaikan
Ahmad Razak dan Samsul Bahri

ACEHTERKINI.COM | Eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Kabupaten Aceh Timur kembali angkat biacara soal Kepemimpinan Pemerintah Aceh Zaini Abdullah – Muzakir Manaf (Zikir).
Pemerintahan Zikir diminta agar segera menyelesaikan butir-butir MoU Helsinki dan janji kampanye untuk mensejahterakan rakyat Aceh.

Hal tersebut disampaikan Tgk. Ahmad Razak, Mantan Panglima Muda Daerah II Simpangulim, Jum’at (28/08/2015).

“Mereka kan tau janji itu adalah utang. Jika memang 21 poin janji kampanye tidak sanggup diselesaikan, setidaknya separuh dari janji itu dapat diselesaikan. Diselesaikan secara bertahap kan bisa,” kata Tgk. Ahmad Razak bersama temannya Samsul Bahri.

Tgk. Ahmad Razak mengatakan, persoalan tersebut sudah seharusnya disikapi oleh Pemerintah Zikir dn Wali Nanggroe Aceh dan secepatnya mengambil langkah dalam menyelesaikan persoalan implementasi MoU Helsinki dan janji-janji politiknya tersebut.

Menurut Tgk. Ahmad, keadaan Aceh seperti ini bisa saja disebabkan karena Pemerintah Zikir yang tidak bersikap adil dalam memimpin Seuramo Meukkah.

“Sebenarnya kita sudah menunggu kesejahteraan setelah perdamaian Aceh. Tetapi hingga sekarang perdamaian itu belum menyentuh kehidupan masyarakat Aceh,” tutur Ahmad Razak.

Sekarang, lanjut dia, tokoh-tokoh yang dulu disegani dan tokoh yang dianggap mulia, malah sekarang menjadi hina. “Sementara yang hina, jangan tanya lagi,” paparnya sambil tersenyum.

Teman dekatnya, Samsul Bahri atau akrab disapa Abu Nawah juga menyampaikan pendapat yang serupa. Menurutnya, Pemimpin rakyat Aceh mulai dari Wali Nanggroe, Gubernur, Wakil Gubernur dan DPRA, harus selangkah dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di Aceh saat ini.

“Sebenarnya tidak ada kata terlambat dalam menyelesaikan masalah tersebut apabila ada kemauan,” kata Abu Nawah. [Jamal]

To Top