Layanan Publik

Berbelit-Belit, Pasien Keluhkan Pelayanan BPJS Kesehatan di Langsa

ACEHTERKINI.COM | Pasien pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kota Langsa mengeluh soal kebijakan yang dikeluarkan oleh BPJS tersebut. Pasien mengaku sangat rumit berobat atas pelayanan itu.

Keluhan pasien BPJS Kesehatan ini seiring adanya surat edaran yang mengharuskan si pasien harus berobat secara berjenjang. Maksudnya, setelah mengambil surat rujukan dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) harus ke RSU tipe C bukan ke RSU tipe B.

Padahal sebelum ada surat edaran itu si pasien setelah mengambil surat rujukan dari puskesmas langsung berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa.

Karena merasa keberatan atas surat edaran BPJS Kesehatan itu, sejumlah pasien ini mendatangi kantor Pemko Langsa, untuk menyampaikan keluhannya yang didampingi Wakil Direktur (Wadir) Bidang Pelayanan RSUD Langsa, Syamsul Bahri, diterima langsung oleh walikota Langsa, Usman Abdullah di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2015).

Kepada walikota salah seorang pasien BPJS Kesehatan, Fatimah Zahara (62) warga Gampong (desa) Paya Bujuk Seulamak, Kecamatan Langsa Baro,mengakui, kebijakan pihak BPJS Kesehatan itu dianggap terlalu berbelit-belit yang birokrasinya terlalu rumit.

Diungkapkan, awalnya pada Selasa (4/8/2015), si pasien ini pergi berobat ke Puskesmas Langsa Baro, untuk mengecek penyakit jantung yang dideritanya selama 12 tahun lamanya, kemudian petugas Puskesmas merujuknya ke RSUD Langsa.

Sesampainya di RSUD setempat, seperti biasa terlebih dahulu melengkapi administrasi. Setelah itu, baru diarahkan ke ruang poli jantung dan saat gilirannya langsung diperiksa oleh dr. Miharja, kemudian diberikan resep obat untuk diambil ke apotik.

Namun, anehnya ketika melihat pada surat rujukan dari Puskesmas Langsa Baroe, dibagian bawah tertulis bahwa untuk minggu depan pada Selasa (11/08/2015) harus berobat ke RSU Cut Meutia terlebih dahulu sebelum berobat ke RSUD Langsa.

Setelah mendapatkan informasi bahwa rekomendasi yang ditulis oleh petugas BPJS Kesehatan itu dimaksudkan, si pasien terlebih dahulu harus berobat ke rumah sakit tipe C yakni RSU Cut Meutia, bukan langsung ke RSUD Langsa yang berstatus tipe B.

“Sudah 12 tahun saya berobat penyakit jantung dan baru kali ini terjadi hal seperti ini, dan kebijakan yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan sangat berbelit-belit alias rumit,”ujarnya seraya menyatakan, BPJS jangan memveto pasien yang ingin berobat karena itu hak kami.

Sejumlah pasien ini berharap kepada BPJS Kesehatan setempat, untuk tidak membatasi pasien yang ingin berobat tapi biarkan pasien yang menentukan ingin berobat di rumah sakit mana saja yang menurutnya nyaman.

Wadir Bidang Pelayanan RSUD Langsa, mengatakan, RSUD berstatus tipe B, sedangkan RSU swasta yang ada di Langsa masih tipe C. Terkait kebijakan itu sampai saat ini pihaknya belum menerima surat edaran dari BPJS Kesehatan setempat.Karenanya, pihak BPJS jangan memaksa pasien untuk berobat ke rumah sakit lain.

Dikatakan, dampak dari kebijakan BPJS tersebut saat ini banyak pasien yang terlantar dan sampai saat ini juga manajemen RSUD Langsa belum siap dan tidak terima kebijakan dari BPJS dimaksud.

Sementara itu, walikota Langsa, mengakui, telah menerima surat edaran dari BPJS Kesehatan. Namun, bila dilihat permasalahan tersebut,kita minta kepada BPJS Kesehatan untuk tidak memberlakukan aturan berobat secara berjenjang sesuai tipe RSU.

Karena aturan yang dibuat secara nasional itu, belum bisa diberlakukan di daerah, sehingga pemerintah harus mengkaji dan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut.

“Berobat secara berjenjang boleh, tapi tidak merugikan si pasien/masyarakat, dan BPJS Kesehatan untuk dapat memberikan kebebasan kepada pasien ketika berobat di rumah sakit yang disukainya,”ujarnya seraya meminta kepada manajeman RSUD Langsa untuk tidak menolak pasien yang ingin berobat.

Kepala Unit manajemen Kesehatan dan Unit Penanganan Pengaduan Peserta (UP3) pada BPJS Kesehatan setempat, Mahtuddin, saat dikonfrmasi wartawan, mengatakan, pihaknya memberlakukan pasien untuk berobat ke RSU sesuai jenjang statusnya atau sistim rujukan secara regionalisasi dan ini sesuai dengan surat edaran dari Gubernur Aceh yakni Peraturan Gubernur (pergub) Aceh Nomor : 9 tahun 2015 tentang pedoman penetapan dan pelaksanaan rumah sakit rujukan regional di Aceh.

Diakuinya, pemberlakuan sistim reginalisasi ini sudah kita sosialisasikan sebelumnya kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Aceh. Selain itu, pada 31 Juli lalu pihaknya juga telah menyurati atau memberitahukan kepada semua puskesmas maupun klinik yang berada di wilayah Langsa.

“Kita sudah beritahukan kepada semua Puskesmas maupun klinik di Langsa, agar setiap rujukan yang dikeluarkan bagi pasien untuk berobat RSU harus melakukan sistim regionalisasi atau RSU berstatus tipe C yakni RSU Cut Meutia,” ujar Mahtuddin. [Jamal]

To Top