Sosial

Bayi Ensefalokel Hanya Dibantu 2 Kotak Susu Oleh Pemkab Abdya

Bayi Ensefalokel Hanya Dibantu 2 Kotak Susu Oleh Pemkab Abdya
Ernawati bersama bayinya di RSU Tengku Peukan Abdya

ACEHTERKINI.COM | Khairatun Nisa bayi yang masih berumur empat bulan asal Desa Panton Makmur, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) saat ini menderita kelainan pada tabung saraf atau disebut Ensefalokel yang ditandai dengan penonjolan pada selaput otak (meningens).

Bayi pasangan Syafril (42) dan Ernawati (36) tersebut, hingga saat ini masih terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) kabupaten setempat.

Bayi tersebut dibawa oleh orang tuanya ke rumah sakit karena suhu badannya terasa panas, disamping itu kondisi berat badan bayi juga tak kunjung normal meskipun umurnya sudah 4 bulan lebih, tetap saja masih 3 kilogram.

Ironisnya bayi malang ini diduga mengalami kekurangan gizi, dimana berat badannya hanya mencapai 3 kg pada usianya menginjak empat bulan. Akan hal itu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat diketahui hanya menyalurkan bantuan berupa susu formula isi 200gram sebanyak 2 kotak untuk menunjang gizi bayi tersebut.

Padahal, pada dinas dimaksud, anggaran untuk penanggulangan kasus gizi buruk maupun kekurangan gizi pada bayi keluarga kurang mampu mencapai puluhan juta rupiah, tapi realisasi pemanfaatan seakan-akan tidak serius, seharusnya Dinkes lebih fokus untuk penanganan bayi yang memang membutuhkan asupan gizi.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Abdya, Hj Fatmawati kepada wartawan, Senin (24/8/2015) membenarkan kalau pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa susu formula untuk bayi Khairatun Nisa.

Menurutnya, bayi seumuran itu lebih baik diberikan asupan air susu ibu (ASI) daripada susu formula. Sebab kandungan gizi dalam ASI dapat memberikan peningkatan terhadap pertumbuhan tubuh bayi.

“Kami telah menyalurkan susu formula sebanyak 2 kotak untuk bayi tersebut. Hanya itu yang bisa kami salurkan, sedangkan untuk makanan belum bisa diberikan karena umur bayi masih empat bulan,” singkatnya yang mengaku sedang dalam perjalan.

Sementara itu, Ernawati, ibu dari Khairatun Nisa kepada wartawan mengakui kalau pihak Dinkes Abdya hanya menyalurkan susu formula isi 200gram sebanyak dua kotak. Parahnya lagi, saat pihak Dinkes dimaksud memberikan susu itu terlihat seperti orang yang tidak ikhlas dalam memberikan bantuan, karena disertai dengan sedikit kata-kata yang tidak enak didengar.

“Kata mereka, kalau bayinya sudah sedikit sehat, silahkan bawa pulang saja. Padahal tanpa disarankan, kami juga tidak mau berlama-lama di rumah sakit ini, yang ada habis biaya sementara uang masuk tidak ada,” ungkapnya.

Ernawati sangat berharap agar bayinya bisa lekas sembuh, karena sejak lahir hingga sekarang belum ada perubahan terhadap kondisi penyakit yang diderita bayinya tersebut.

“Segala upaya sudah kita lakukan, tetapi upaya  itu hanya sebatas kemampuan yang kami miliki, selebihnya kita hanya berserah diri kepada Allah SWT,” singkatnya dengan nada sedih. (Rizal)

To Top