Lingkungan

Babi Hutan Ganggu Tanaman Warga di Abdya

Babi Hutan Ganggu Tanaman Warga di Abdya
Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah tanaman di kebun warga desa (gampong) dalam Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diganggu hama babi hutan, dimana kejadian itu telah berlansung sejak sebulan terakhir, sehingga warga mulai merasa resah.

Ada sekitar 7 (tujuh) Desa yang mengalami serangan babi hutan dimaksud, yakni Desa Meunasah Sukon, Meunasah Tengah, Padang Kelele, Gelanggang Batee, Kuta Paya, Ladang Tuha I dan Ujung Tanah.

Menurut informasi warga setempat, Sabtu (15/8/2015), babi hutan pertama sekali merusak kebun kacang milik warga di Desa Meunasah Sukon. Babi hutan melancarkan aksinya menjelang waktu Shubuh, Maghrib dan tengah malam.

“Gerombolan babi hutan itu turun dari pergunungan Lembah Sabil, sehingga merusak kebun warga dan mulai berkembang biak di semak-semak yang berada di dekat kebun atau sekitar perkampungan warga,” terang Jasmi salah satu warga Lembah Sabil.

Tak hanya kebun kacang saja yang dirusak babi, tetapi kebun coklat, semangka dan juga kebun sayur-sayuran warga ikut dirusak.

“Kita pastikan hampir semua semak belukar kebun tidak produktif di tiap desa itu, menjadi tempat persembunyian babi-babi,” kata Suriwadi, warga Desa Kuta Paya.

Kepala Desa Geulanggang Batee Ismail mengaku sudah melaporkan gangguan babi hutan yang sangat meresahkan warga itu ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan Abdya guna mencari cara dalam menghalau binatang liar dimaksud. Akan tetapi katanya, hingga kini belum ada jawaban dari dinas itu.

Terkait masalah itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Abdya Azwar SHut dimintai tanggapannya terpisah oleh wartawan mengatakan, guna mengatasi gangguan babi hutan tersebut dibutuhkan bantuan tim pemburu babi.

Katanya, operasional tim pemburu babi tidaklah dibawah Dishutbun, namun ada dibawah bagian Kesejahteraan Rakyat (Bag Kesra) Setdakab. [Rizal]

To Top