Nasional

Aceh Akan Berpartisipasi Dalam Konferensi Perubahan Iklim di Perancis

ACEHTERKINI.COM | Provinsi Aceh akan berpartisipasi dalam konferensi perubahan iklim global di Paris, Perancis pada November – Desember 2015 mendatang.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Senin (31/8/2015) mengatakan, ada enam gubernur yang akan berpatisipasi untuk kegiatan tersebut, yaitu Aceh, Papua, Papua Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

Dilansir dari laman Setkab RI, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung konferensi perubahan iklim dunia itu akan diselenggarakan di Paris, 30 November sampai tanggal 11 Desember 2015 mendatang.

“Presiden menginginkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan itu memiliki karakter, kekhasan. Karena itu, message apa yang akan disampaikan di dalam forum itu supaya kita tidak hanya sekedar mengikuti apa yang menjadi kemauan dunia,” kata Pramono.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, delegasi Indonesia akan menyampaikan Intended Nationally Determined Contribution (INDC) dalam forum dunia itu yang sudah disiapkan oleh tim pengarah yang dipimpin oleh Sarwono Kusumaatmadja.

Menurut Siti dalam dokumen yang disusun dengan melibatkan stakeholders di tanah air itu, ada perubahan proporsionalitas di dalam penurunan emisi.

“Jika sebelumnya 26 persen dengan usaha nasional sendiri atau 41 persen dengan dukungan global, maka pada sekitar tahun 2030, Indonesia akan menurunkan emisi 29 persen. “Maka 2030 kita proyeksikan akan besar di sector energy,” papar Siti.

Sementara Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim Rachmat Witoelar mengatakan, bahwa dalam konperensi perubahan iklim atau COP 21 di Paris, Perancis, akan ditetapkan bersama 195 negara  anggota, suatu kesepakatan global yang  harus dilaksanakan secara konsekuen oleh masing-masing negara tersebut.

“Tentunya hal ini  tidak bisa dilakukan gegabah. Maka sejak beberapa COP yang lalu, bentuk yang menjadi kesepakatan itu adalah masing-masing untuk menurunkan emisinya dan itu yang dihimpun secara bersama oleh COP kepada kebutuhan dunia untuk menjawab kenaikan suhu di bawah 2 derajat,” terang Rachmat.

Jadi inti permasalahannya, menurut Rachmat, adanya pemanasan global yang menyebabkan climate changes ini adalah karena ada pemanasan itu  yang terjadi dimana-mana oleh berbagai sebab. [red/ant]

To Top