Sosial

50 Persen Rakyat Aceh Menolak Pengkajian Tasawuf

50 Persen Rakyat Aceh Menolak Pengkajian Tasawuf
Syech Amran Waly (Tengah) Menghadiri Pengkajian Tauhid dan Tasawuf di Pasie Raya, Aceh Jaya, 24 Agustus [Hendra]

ACEHTERKINI.COM | Ulama Aceh, Syech Amran Waly menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan ilmu tauhid dan tasawuf agar umat Islam lebih dekat dengan agama.

Hal itu disampaikannya pada majelis pengkajian ilmu tasawuf dan tauhid yang berlangsung di mesjid  Baitur Rahim Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (24/8/2015).

Syech Amran Waly mengatakan, minat masyarakat Aceh terhadap pengamalan ilmu tasawuf masih kurang.

“Pengkajian ilmu tasawuf di Aceh hanya 20 persen masyarakat menerima, 30 persen masih ragu-ragu dan 50 persen menolak,” pungkas Abuya Syech Amran Waly.

Untuk Diketahui Abuya Syech H Amran Waly juga merupakan  Ketua Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) se Asia Tenggara,

“Hidup ini harus dibarengi dengan ilmu tauhid dan tasawuf serta ilmu marifah. Tujuannya agar pelaksanaan ibadah kepada Allah swt lebih khusyuk dan tawaduk,” tuturnya.

Begitu juga halnya dengan akhlak yang harus menjadi akhlakul kharimah, baik kepada Allah maupun sesama hamba Allah. “Hidup tanpa akhlak dan budi pekerti yang baik, maka ibadah kita akan sia-sia belaka,” jelasnya.

Hadir pada majelis pengkajian ilmu tauhid dan tasawuf ini ulama kharismatik setempat yaitu Abati Teunom, Abon Kubu dan Abu Shamad Panga serta Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman.

Abati Teunom mengajak masyarakat untuk terus menimba ilmu agama karena Fardhu Ain bagi umat Islam. [Hendra]

To Top