Sosial

Warga Prihatin, Rumah Janda Buta Tanpa Anak Diperbaiki

Warga Prihatin, Rumah Janda Buta Tanpa Anak Diperbaiki
Rabi’ah

ACEHTERKINI.COM | Ratusan warga Desa (Gampong) Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dibantu personil TNI jajaran Koramil 05 Tangan-Tangan Jum’at (31/7/2015) pagi hingga sore, bergotong royong merehab rumah Rabi’ah (81) janda buta tanpa anak warga desa setempat yang sudah tidak layak huni.

Rabi’ah sudah puluhan tahun menyendiri sejak ditinggal mati suaminya, kondisi rumahnya sangat memprihatinkan karena hanya terbuat dari kayu yang sudah mulai lapuk, bahkan lantainya hampir 75 persen sudah bolong-bolong termakan usia.

Warga Prihatin, Rumah Janda Buta Tanpa Anak Diperbaiki

Kepala Desa Kuta Bak Drien, Syarkani, yang di konfirmasi media ini melalui selulernya, mengatakan, rumah Nek Rabi’ah memang sudah sangat tidak layak huni, rumah panggung dimaksud dikuatirkan akan segera roboh dan membahayakan penghuninya, apalagi ia tinggal sendirian di dalam rumah. Ditambah lagi kondisi penglihatan Nek Rabi’ah dalam keadaan buta.

“Beliau tidak tahu kalau rumahnya mau ambruk, maklum mata beliau buta, meskipun demikian beliau sangat mandiri, semua dikerjakan sendiri, dari memasak, nyuci, mandi, ambil wudhuk dan lainnya,” kilas Syarkani.

Gotong royong yang dilakukan warga itu, lanjutnya, adalah hasil musyawarah warga yang prihatin dengan kondisi Nek Rabi’ah dan juga rumahnya yang tinggal menunggu waktu roboh, masyarakat mengumpulkan sedikit dana dengan mengutip pada tiap penduduk guna merehab rumah Nek Rabi’ah. Hasil kutipan itu kemudian dibelanjakan dengan membeli beberapa truk pasir dan beberapa zak semen termasuk sejumlah papan untuk dinding.

“Sebelumnya berbentuk panggung, kemudian kita turunkan dengan membuat pondasi dari semen, lantainya juga kita semen, hal ini agar memudahkan Nek Rabi’ah pergi ke sumur dengan tidak menuruni tangga lagi,” sambungnya.

Dikatakan Syarkani, sudah beberapa kali nek Rabi’ah terjatuh di tangga rumahnya, kalau terperosok di lubang lantai sudah tak terhitung lagi, kaki beliau sering terkilir akibat terperosok di lubang lantai rumahnya. “Maka dari itu papan yang sudah lapuk kita ganti seadanya,” sebut Syarkani. (Rizal)

To Top