Sosial

Ratusan Hektar Tanaman Kakao Diserang Penyakit, Petani di Abdya Mengeluh

Ratusan Hektar Tanaman Kakao Diserang Penyakit, Petani di Abdya Mengeluh

ACEHTERKINI.COM | Sekitar ratusan hektar (Ha) tanaman kakao di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terjangkit penyakit busuk buah. Selain itu, tanaman perkebunan yang juga merupakan andalan masyarakat setempat juga diserang penyakit layu dan penggerek buah kakao.

Seorang petani kakao di Kecamatan Babahrot, Jasmi (56) kepada wartawan, Senin (27/7/2015) mengakui, kondisi busuk buah pada tanaman kakao miliknya telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan hingga kini masih terjadi, sehingga ia khawatir akan terjadi kerugian besar.

Bersama pekebun lainnya, Jasmi telah berupaya melakukan penanggulangan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman mata pencahariannya, mulai dari melakukan pembersihan lahan hingga penggunaan pestisida telah dilakukan dengan harapan penyakit tersebut bisa menghilang dan tanaman serta buah kembali subur seperti apa yang diharapkan.

Dalam penanggulangan hama, Jasmi mengaku tanpa didampingi para penyuluh lapangan dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Abdya. Namun hanya dilakukan berdasarkan pengalaman serta menurut keadaan keuangan saja.

“Kami belajar dari pengalaman untuk menanggulangi hama ini, tampa masukan dari penyuluh. Jika mereka peduli, tentunya kami dapat bertanya seperti apa langkah dan cara penanggulangan hama ini. Kesannya BP4K Abdya hanya peduli dengan petani padi saja, padahal tugas mereka mencakup pertanian kakao seperti kami ini,” ungkapnya.

Terkait masalah penyuluh, Kepala BP4K Abdya, Ruslan Adli menjelaskan, selama ini pihaknya hanya melakukan pendampingan secara umum terhadap para petani kakao bukan secara khusus. Sebab, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang ahli dibidang perkebunan.

Disebutkan, sekitar 90 persen tenaga penyuluh yang bertugas di BP4K Abdya merupakan tenaga ahli dibidang ketahanan pangan, peternakan dan sebagian kecilnya perikanan. Sementara untuk perkebunan bisa dikatakan tidak ada.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Abdya, Herman Suryadi mengaku telah berupaya semaksimal mungkin dalam membantu para petani kakao di Abdya.
Buah kakao yang diserang penggerek berukuran sekitar 8 cm, dengan gejala masak awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil.

“Penyakit busuk buah dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm. Kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanamannya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun. Cara kimia juga telah mereka lakukan, sebab Dishutbun juga telah memberikan bantuan berupa obat pengendali hama,” demikian paparnya. (Rizal)

To Top