Hukum

Polres Abdya Tangkap Pembobol ATM

ACEHTERKINI.COM | Satuan Reserse Kriminal (Sat-Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil membekuk pelaku pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Negara Indonesia (BNI) di jalan At-Taqwa, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten setempat, Jum’at malam (10/7/2015) sekitar pukul 22.00 WIB tepatnya di perkarangan Hotel Grand Lauser Blangpidie.

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH melalui Kasat Reskrim AKP Misyanto SH, Senin (13/7/2015) membenarkan bahwa, telah dilakukan penangkapan tersangka pembobol ATM yaitu Said Wahyu Iskandar (31) Warga Desa Paya, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya.

“Polisi yang berjaga di ATM curiga dengan gerak gerik tersangka, karena terlalu lama dalam ruang ATM, untuk proses pemeriksaan akhirnya pelaku digelandang ke Mapolres Abdya,” ungkapnya.

Tersangka mengaku kalau, aksinya tersebut bukan hanya di Abdya saja, malahan pernah membobol mesin ATM di Kabupaten Nagan Raya, Meulaboh, Banda Aceh dan Bireuen.

Sebelum tertangkap, lanjut Misyanto, tersangka sudah berhasil mendapatkan uang senilai Rp1.300.000 dari ATM BNI Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya, setelah mengelabui seorang warga yang menggunakan ATM.

Dalam aksinya, terlebih dahulu tersangka mengganjal mesin ATM menggunakan lidi, kemudian menempelkan call center BNI palsu pada mesin ATM, saat ada korban yang masuk kedalam mesin ATM untuk mengambil uang, kartu ATM yang digunakan oleh korban tersangkut, sehingga dengan modus pura-pura menolong dan mengatakan kalau ia (tersangka) juga pernah mengalami hal yang serupa, tersangka menyarankan kepada korban agar menghubungi call center yang ditempel oleh tersangka.

Setelah dihubungi korban, call center palsu tersebut memberitahukan kepada korban bahwa ATM milik korban sudah di blokir sementara, kemudian call center palsu meminta agar korban mengirim PIN ATM-nya.

Alhasil, setelah korban mengirimkan PIN dan meninggalkan mesin ATM di RSUTP Abdya, tersangka yang sejak lama sudah berada di ATM itu lansung masuk dan melancarkan aksinya dengan menarik kembali ATM korban yang tersangkut, baru kemudian menguras isi ATM korban yang sudah ditipu pihak call center palsu tadi.

“Kita sudah koordinasi dengan kepolisian di Kabupaten/Kota lainnya, terkait pelaku pembobol ATM, ternyata yang kita tangkap saat ini merupakan pelaku pembobol ATM yang sempat terekam CCTV di Kabupaten Bireuen,” terang Misyanto.

Dikatakan Misyanto, setelah dilakukan pengembangan, tersangka merupakan seorang residivis yang pernah menjalani hukuman dengan kasus penipuan di Provinsi Pekanbaru dan baru 3 (tiga) bulan keluar dari tahanan tersebut.

“Kita akan terus melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap tersangka, karena kemungkinan ada sendikat lainnya, sebab tidak mungkin ia bekerja sendiri sudah pasti ada rekannya yang lain,” sebutnya.

Misyanto menambahkan, atas kejahatan yang dilakukan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 378 dan 363 KUHP tentang penipuan dan pencurian maksimal kurungan 4 sampai 7 tahun penjara. [by.Rizal]

To Top