Sosial

Memberikan Maaf adalah Kunci Sukses

Memberikan Maaf adalah Kunci Sukses
Ustaz Fauzi Saleh

ACEHTERKINI.COM | Memberikan maaf adalah kunci kesuksesan. Orang hebat itu adalah orang yang mau memaafkan orang lain yang telah berbuat jahat kepadanya sebelum orang tersebut meminta maaf terlebih dahulu.

“Jika kita mampu melakukan hal tersebut, maka Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik kepada kita,” begitu ungkap Ustaz Dr Fauzi Saleh Lc MA dalam tausiahnya pada Safari Ramadhan Pemko Banda Aceh di Masjid Baitussalihin, Ulee Kareng, Senin (6/6/2015) malam.

Menurutnya, maaf yang pertama adalah untuk diri sendiri. Memaafkan diri sendiri itu penting. Terkadang kesalahan yang pernah kita perbuat menghalangi kita untuk maju. Kedua, memaafkan keluarga kita. misalnya kepada istri kita yang menyuguhkan masakan yang kurang enak.

Jika suami berbohong dengan memberikan ucapan yang baik atas masakan istrinya itu dibolehkan. Kata Ustaz Fauzi, hal tersebut termasuk ke dalam tiga jenis kebohongan yang dibolehkan dalam Islam. “Dua lainnya adalah berbohong kepada seseorang yang hendak membunuh orang lain dan kepada orang yang ingin kita damaikan,” katanya.

Maaf yang ketiga, lanjutnya, adalah untuk bawahan kita. “Luar biasa jika kita bisa memberi maaf pada saat kita mempunyai kuasa untuk mengambil tindakan tegas kepada bawahan kita,” kata Ustaz Fauzi seraya mencontohkan Umar bin Khatab yang pernah memaafkan seorang bawahan yang memakinya.

Sifat pemaaf dan tidak dengki juga menjadi kunci kesuksesan Nabi Muhamaad SAW dalam berdakwah. “Rasul patah gerahamnya, bercucuran darahnya karena dianiaya oleh orang-orang yang menentang agama Allah. Namun ketika malaikat hendak melempar gunung ke arah mereka dicegah oleh Rasul.”

Ia menambahkan, andai kata Rasulullah keras dan kasar, mereka tentu akan lari dari ajakan ke jalan Allah dan Islam tidak akan dianut oleh lebih dari 2 miliar penduduk dunia hari ini. “Salah satu kehebatan Rasul, beliau mampu berbuat disaat orang lain tak mampu berbuat. Andai 1/8 saja kita miliki akhlak Rasulullah, kita akan menjdi orang yang paling hebat.”

Kisah lainnya, pada suatu ketika ada seorang pria datang pada Rasulullah SAW untuk minta didoakan. “Kemudian Rasul memintanya untuk menemui seseorang lainnya. ‘Kamu ke sana cari si fulan dan mintalah didoakan olehnya’, kata Rasul.”

“Setelah menemui orang tersebut, ia terkejut karena orangnya tak sesaleh yang ia bayangkan. Ibadahnya biasa-biasa saja, malam tidur mendengkur dan tidak pernah terlihat menunaikan shalat tahajud. Ternyata ada satu amalan yang selalu ia lakukan setiap malam sebelum tidur, yakni ia memaafkan dosa semua orang yang telah berbuat bathil kepadanya.”

Dalam Al-Quran, sambung Ustaz Fauzi, Allah mengisahkan Nabi Yusuf AS yang memaafkan orang-orang yang pernah menganiaya dirinya, padahal saat itu ia telah menjadi raja. “Jika Allah berikan nikmat kepada kita, di antara orang yang senang pasti ada yang membenci, dan hal itu manusiawi. Seperti Nabi Yusuf, kita harus sabar menghadapinya.”

Menutup tausiahnya, Ustaz Fauzi mengajak jamaah di penghujung Ramadhan ini untuk membuka hati dengan memaafkan orang lain.  “Mari kita buka lembaran baru dengan mengharapkan ampunan dosa dari Allah SWT,” ujarnya.

“Amalan Ramadhan tidak akan ‘naik ke langit’, jika kita masih membenci sesama muslim dan memutuskan tali silaturahmi. Ingatlah, orang yang berbuat jahat kepada kita akan selalu kita ingat karena setan selalu mengingatkannya, sementara orang yang berbuat baik kepada kita akan begitu mudah kita lupakan,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin menyerahkan bantuan kemakmuran masjid sebesar Rp 10 juta yang diterima oleh pengurus Masjid Baitussalihin, Ulee Kareeng. [red]

To Top