Ekonomi

Harga Gas Elpiji 3 Kg di Abdya Meroket, Tembus Rp40 Ribu

Harga Gas Elpiji 3 Kg di Abdya Meroket, Tembus Rp40 Ribu

ACEHTERKINI.COM | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, kebutuhan gas elpiji 3 kilogram meningkat, sehingga gas melon tersebut mulai langka, akibatnya banyak agen menjual elpiji 3 kg dengan harga hingga Rp40 ribu per tabung.

Seorang warga di Kecamatan Tangan-Tangan, yang ditemui Wartawan, Kamis (9/7/2015) mengaku harus mendapatkan satu tabung melon gas elpiji bersubsidi isi 3 kg dengan membayar Rp.40.000,-.

Meskipun mahal, ia terpaksa harus membeli karena sangat membutuhkan gas untuk keperluan membuat kue jelang hari raya Idul Fitri.

“Harga gas terlalu tinggi, untuk kami masyarakat kurang mampu seperti ini, hanya bisa membeli gas 3 Kg, kalau untuk tabung 12 kg kami tidak sanggup, kalau tidak ada gas 3 Kilo, terpaksa kami harus membeli minyak tanah dengan harga Rp30 ribu per bambu,” ungkap warga tersebut.

Selain itu, Ketua Komisi C DPRK Abdya, Julinardi, juga sangat menyesalkan dengan mahalnya harga gas elpiji 3 kg yang dijual oleh sejumlah oknum pengecer di Abdya, sehingga banyak masyarakat yang teraniaya akibat ulah sebahagian mafia gas bersubsidi tersebut.

Julinardi meminta kepada Dinas Pertambangan dan Sumber Energi Mineral (Distamben) setempat, untuk menertibkan dan melakukan pengawasan terhadap harga gas yang melambung tinggi itu, sehingga masyarakat tidak kesusahan untuk mendapatkan gas, apalagi dalam bulan suci ramadhan dan jelang lebaran Idul Fitri, bisa dipastikan keperluan masyarakat akan lebih meningkat.

“Sepertinya gas bukan langka, tetapi ada pihak yang mencoba untuk membuat gas 3 kg seolah-olah langka, sehingga akan mudah dijual mahal, maka dari itu ini peran Distmben untuk menertibkannya,” ujar politisi dari Partai Hanura itu.

Disamping itu, Juli juga meminta supaya pemerintah merespon keluhan masyarakat selama ini terkait dengan mahal dan langkanya gas elpiji 3 kg bersubsidi, padahal Peraturan Bupati (Perbub) sudah ada, bahwa harga eceran tertinggi (HET) di Abdya yakni Rp.18.000.

Sementara itu, Kepala Distamben Abdya, Ikhsan mengatakan akan melakukan pengawasan dan melaporkan, jika ada oknum agen atau pangkalan yang memainkan harga gas elpiji subsidi 3 kg.

“Aturan harga gas untuk Abdya sudah ditentukan sesuai dengan Perbub,” katanya saat dihubungi acehterkini tadi.

Dikatakan Ikhsan, sebenarnya gas tidak langka, namun kondisi saat ini yang membuat langka, karena kebutuhan masyarakat dalam bulan suci ramadhan dan jelan lebaran Idul Ftri meningkat, sehingga ada ibu rumah tangga yang memiliki 2 sampai 3 tabung gas melon.

“Kemungkinan akibat kebutuhan yang meningkat, sehingga gas mulai terlihat langka, padahal bila dihari normal, kouta yang ada pada sejumlah agen dan pangkalan akan tercukupi, tapi saat ini tidak seperti biasa, karena tingkat kebutuhan lebih tinggi, tapi kita akan tinjau ke lapangan,” demikian katanya singkat. (Rizal)

To Top