Sosial

Dituntut Mundur Karena Ikut Aliran Sesat. Keuchik Ie Lhop : Itu Fitnah

Dituntut Mundur Karena Ikut Aliran Sesat. Keuchik Ie Lhop : Itu Fitnah
Warga Ie Lhop Tuntut Keuchiknya Mundur, 29 Juli

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah Masyarakat Desa (Gampong) Ie Lhop, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta kepada Bupati Abdya agar Kepala Desa (Keuchik) mereka dicopot dari jabatannya karena diduga menganut aliran sesat.

Marwan (34) warga Desa Ie Lhop yang dijumpai wartawan, Rabu (29/7/2015) saat mendatangi kantor Bupati Abdya bersama dengan puluhan masyarakat lainnya, mengatakan, kedatangan mereka ke Kantor bupati setempat, untuk memohon agar bupati segera mencopot Keuchik T. Syafrizal dari jabatannya.

Alasan yang disampaikan kepada Bupati Abdya melalui Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya Hanafiah tersebut, menyatakan bahwa, keuchik dimaksud telah sepaham dengan aliran Shalek Buta yang diduga sesat, kemudian masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada keuchik dimaksud, kemudian masyarakat menilai kalau keuchik itu memihak pada kelompok tertentu.

“Untuk itu kami meminta kepada bupati agar keuchik di desa kami segera dicopot, supaya masalah ketidaksenangan masyarakat tidak berlarut-larut,” ujar Marwan didampingi warga lainnya yang dimotori Alisin.

Marwan menjelaskan, keuchik yang bersangkutan merupakan orang nomor tiga dalam aliran yang duga sesat itu yang sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu. “Maka dari itu kami meminta kepada Bupati untuk menindaklanjuti dalam batas waktu satu minggu, kalau tidak terlaksana maka kami akan membawa massa dengan jumlah yang lebih besar,” demikian tandasnya.

Menanggapi maksud dan hajat masyarakat Desa Ie Lhop tersebut, Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Hanafiah SE AK, mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah tersebut secepatnya. Sebelum itu, lanjut Hanafiah, pihaknya akan mengumpulkan sejumlah warga Desa Ie Lhop di Kantor Camat Tangan-Tangan untuk mempelajari masalah tersebut lebih dalam.

“Kalau 50 persen lebih masyarakat ikut mendantangani surat permohonan pemberhentian keuchik itu, maka pemerintah mempunyai alasan kuat untuk mencopot jabatan keuchik dimaksud,” tuturnya.

Selain banyaknya warga yang mebubuhkan tandatangan dalam surat permohonan itu, Hanafiah juga sudah menyaksikan bahwa yang datang keruangnya itu merupakan orang-orang yang berperan penting dalam desa, diantaranya Ketua Tuha Pheut (LMD), Ketua Tuha Lapan, Imam Chik Desa dan tokoh pemuda.

“Ini merupakan sebuah alasan kuat juga, namun apapun ceritanya kita tunggu sepulang Bupati dari luar daerah. Upaya kita hanyalah menampung segala permintaan masyarakat dan menindaklanjuti segera,” demikian tutur Hanafiah melalui saluran phonsel.

Sementara itu, Keuchik Ie Lhop, T Syafrizal yang dihubungi terpisah, membantah bahwa dirinya memihak pada masyarakat tertentu, karena hal itu sangat tidak mungkin, sebab dirinya baru menjabat selama 3 bulan sejak dilantik.

“Alasan mereka sangatlah tidak kuat, karena saya belum lama menjabat, buktinya masih banyak masyarakat simpatik kepada saya, itu yang datang ke kantor Bupati hanya sebagian saja yang tidak senang atas terpilihnya saya sebagai keuchik,” tuturnya.

Mengenai tuduhan menganut aliran sesat, Keuchik Syafrizal menjelaskan, bahwa itu belum bisa dibuktikan, sebab yang berhak memutuskan sesat atau tidak adalah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU). “Itu fitnah, karena saya tidak tahu pasti kenapa saya dituduh sesat,” ujarnya singkat. [by. Rizal]

To Top