Sosial

Diduga Oknum di Kankemenag Abdya Lakukan Pungli

Diduga Oknum di Kankemenag Abdya Lakukan Pungli
Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat Daya (Abdya) merasa kecewa dengan pelayan di instansi dimaksud, pasalnya, saat melakukan pengurusan izin belajar atau tugas belajar, diduga ada oknum di Kankemenag Abdya yang meminta biaya termasuk saat akan diberikan Surat Keputusan (SK) persamaan pangkat.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, Senin (27/7/2015), dugaan praktek pungli tersebut sudah berjalan sejak tahun 2013 lalu, karena tidak tercium oleh media maupun aparat penegak hukum, praktek tersebut terus berjalan hingga tahun 2015.

Target incaran oknum tersebut, yakni para guru yang mengambil izin belajar ataupun tugas belajar, berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) rata-rata dari ijazah diploma dua (DII) dan sudah menjalani penempatan disejumlah MIN, untuk melanjutkan pendidikan mereka guna mendapatkan ijazah Strata Satu (S1).

Saat pendidikan S1 sudah diselesaikan, para guru bermaksud untuk mengajukan persamaan pangkat, dimana selama ini berdasarkan ijazah DII mereka masih mengantongi pangkat IIb maupun IIc, untuk mengajukan persamaan menjadi IIIa, tidak ada hambatan berarti bagi para guru tersebut, karena segala administrasi yang disyaratkan semua sudah dilengkapi.

Namun, masalah muncul saat SK persamaan pangkat mereka turun dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dikirimkan ke Kankemenag Abdya, SK puluhan guru ini ditahan oknum pejabat di maksud.

“SK kami akan diserahkan jika mau bayar sebesar Rp 1.500.000,- per orang/SK, jika tidak maka SK itu tetap ditahan dan persamaan pangkat kami ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” ungkap salah seorang guru yang meminta identitasnya disembunyikan.

Saat mendatangi Balai PWI Abdya, guru yang ditemani sejumlah rekannya tersebut, mengatakan oknum pejabat di lingkup Kankemenag Abdya siapapun orangnya tidaklah berhak meminta apalagi memaksakan agar para guru memberikan sejumlah uang dalam jumlah besar begitu, karena dalam pengurusan pengajuan persamaan pangkat berdasarkan ijazah dimaksud, pihak Kankemenag Abdya tidak memiliki peranan apa-apa selain memberikan surat pengantar saja, sementara pengantaran berkas dan lainnya ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Aceh hingga pengiriman berkas ke BKN Medan dilakukan masing-masing guru.

“Jadi kan tidak wajar kami harus setor ke Kankemenag Abdya, sementara dalam pengurusan mereka lepas tangan,” demikian sebutnya.

Terkait masalah itu, Kakankemenag Abdya, H Arijal yang dikonfirmasi terpisah membantah keras atas tuduhan pungli yang terjadi di Kankemenag Abdya. “Itu tidak benar, sepengetahuan saya tidak ada pungli di lingkup Kankemenag Abdya,” tegasnya membantah.

Kalau seandainya itu ada, kata Arijal lebih lanjut, itu diluar pengetahuannya. “Kami akan selidiki informasi ini, jika benar ini merupakan tamparan keras dimuka kami, bagaimana mungkin hal besar begitu kami tidak mengetahuinya, dan juga jika benar informasi ini kemana uang itu, siapa yang berbuat jahat menggunting dalam lipatan, kami akan usut ini dengan segera, saudara akan kami kabarkan saat ada perkembangan nantinya,” demikian Arijal. [by.Rizal]

To Top