Sosial

Apel Ketupat Rencong, Pedagang Dilarang Jual Petasan

Apel Ketupat Rencong, Pedagang Dilarang Jual Petasan
Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi, SH menyematkan pita kepada perwakilan masing-masing personel dalam apel gelar pasukan Ketupat Rencong 2015 di halaman Mapolres setempat, Kamis (9/7/2015).

ACEHTERKINI.COM | Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Hairajadi SH mengimbau kepada seluruh pedagang agar tidak menjual petasan yang memiliki daya ledak tinggi karena hal itu dilarang dan melanggar aturan.

Begitu juga masyarakat, jangan sampai ada yang menggunakan, sebab dapat mengganggu kenyamanan serta kententraman masyarakat, bahkan juga dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Petasan yang berdaya ledak tinggi itu pasti dilarang karena sangat berbahaya, kalau hanya sekedar kembang api, itu biasa tidak masalah,” kata Kapolres didampingi Kabag Ops, Kompol Muslim SAg dan Kasatlantas, AKP Imam Syafii usai menggelar apel Operasi Ketupat Rencong 2015 yang berlangsung di halaman Mapolres setempat, Kamis (9/7/2015).

Untuk mengatasi itu, lanjut Kapolres Hairajadi, pihaknya telah melakukan pengawasan  ditingkat pedagang, agar Abdya bebas dari peredaran petasan berdaya ledak tinggi, karena cukup berbahaya bila dimainkan.

Dia pun menghimbau agar masyarakat mematuhi larangan ini, yakni, tidak memperdagangkan, menyalakan, apalagi sampai memproduksi petasan, sebab polisi tidak akan segan-segan untuk menindak tegas.

“Bagi siapa saja yang menjual, memproduksi dan menyalakan petasan, akan dikenakan sanksi, bahkan bisa sanksi pidana,” ujarnya.

Selain mengenai petasan, Kapolres juga mengatakan, kesiapan pengamanan menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri 1436 hijjriah telah mencapai 100 persen dan telah dipersiapkan secara matang sejak awal, mulai dari kesiapan pasukan  hingga kesiapan sarana dan prasarana seperti pos penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan.

Disebutkan, pihaknya telah mempersiapkan dua pos untuk memperlancar kondisi lalulintas menjelang hingga usai lebaran mendatang. Diantaranya, satu pos pengamanan yang ditempatkan di Kecamatan Babahrot dan satu pos pelayanan yang dipusatkan di Kota Blangpidie.

“Kita melibatkan 60 personel dari jajaran Polres Abdya serta dibantu puluhan personel dari instansi terkait lainnya seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, RAPI, SAR, Senkom dan PMI. Sifatnya ini melayani baik nanti arus mudik maupun pada saat salat Idul Fitri bahkan sampai dengan objek-objek wisata, sebab akan ramai dikunjungi saat libur lebaran,” demikian sebutnya.

Untuk diketahui operasi ketupat dilakukan selama 16 hari yaitu mulai tanggal 9 – 25 Juli 2015. Secara nasional operasi ketupat ini melibatkan kekuatan sebanyak 145.676 personil terdiri dari anggota Polri sebanyak 82.538 personel, TNI sebanyak 12.761 personel serta instansi terkait sebanyak 50.377 personel yang akan di tergelar di 3.330 pos pengamanan dan 1.083 pos pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (Rizal)

To Top