Politik

13 Anggota DPRK Aceh Singkil “Mosi Tak Percaya” Terhadap Pimpinan

ACEHTERKINI.COM | Sebanyak 13 anggota DPRK Kabupaten Aceh Singkil membuat Mosi Tidak Percaya terhadap Ketiga Pimpinan DPRK Aceh Singkil yaitu Mulyadi SE, Ketua DPRK Aceh Singkil dari Partai Golkar,  Sunarso, Wakil Ketua I dari Partai Demokrat dan Yulihardin S.Ag, Wakil Ketua II dari Partai PAN.

Pernyataan Mosi Tidak Percaya itu memuat lima butir alasan terhadap pimpinan, antara lain agenda kerja DPRK Aceh Singkil dan alat kelengkapan dewan sampai saat ini tidak jelas.

Kemudian surat masuk dari masyarakat maupun instansi yang diajukan kepada alat kelengkapan sebagai mitra, sampai saat ini tidak pernah diterima. Ketiga, banyak jadwal yang sudah di sepakati tetapi  tidak di laksanakan, sebagai contoh adalah agenda pembacaan laporan Pansus yang sampai saat ini tidak jelas kapan akan dijadwalkan.

Ke empat, administrasi surat masuk dan surat keluar atas nama lembaga DPRK Aceh Singkil sangat sulit dan panjang proses birokrasinya. Terakhir, ketiga pimpinan yang belum paham pembagian tugasnya menyebabkan para anggota DPRK Aceh Singkil tidak tahu harus kemana berkoordinasi.

Para anggota DPRK Aceh Singkil yang menandatangani mosi tak percaya ini mengharapkan alasan-alasan tersebut hendaknya di proses dalam paripurna.

“Ya, memang benar kami ada membuat surat mosi tidak percaya terhadap ketiga pimpinan DPRK Aceh Singkil itu,” kata sejumlah anggota DPRK Aceh Singkil masing-masing Frida Siska Sihombing, Al-Hidayat, H.Mairaya,SH,Juliadi dan Ramli Boga saat dikonfirmasi.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRK Aceh Singkil, Yulihardin mengatakan surat mosi tak percaya dari 13 anggota DPRK Aceh Singkil ini belum lagi dibicarakan di dewan. “Saya belum menerima surat itu secara resmi,” ujarnya saat dikonfrimasi wartawan acehterkini, Kamis (30/7/2015).  

“Awal Agustus 2015 ini kita akan melaksanakan kegiatan Banmus dan beberapa kegiatan lainnya yang ada di DPRK Aceh Singkil seperti mengagendakan kerja laporan Pansus dan termasuk agenda kerja ke daerah lain dan sekaligus membahas tentang surat Mosi Tak Percaya itu” terang Yulihardin.

“Jelasnya kalau menyangkut mosi tak percaya ini kita belum dapat memberikan komentar terlalu jauh karena sampai saat ini kita belum melihat surat tersebut,” tegasnya. [Jamaluddin]

To Top