Layanan Publik

Warga Banda Aceh Kutuk PLN, 1 Hari Penuh Mati Lampu

Warga Banda Aceh Kutuk PLN, 1 Hari Penuh Mati Lampu
Ilustrasi
ACEHTERKINI.COM | Kecaman terhadap PLN Aceh terus mengalir. Warga Banda Aceh mengaku sangat kecewa dengan manajemen PLN Aceh yang tidak mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 
“Sepertinya PLN memang sengaja memadamkan listrik di waktu Shalat Mahgrib, kasus ini juga sama pada jelang puasa tahun 2014 lalu. PLN selalu padamkan listrik tanpa ada pengumuman sebelumnya kepada masyarakat,” ujar Yusri, warga Gampong Baru, saat dijumpai acehterkini, usai Shalat Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (13/6/2015). 
“Kami mengutuk kinerja PLN Aceh itu yang sudah menghalangi orang beribadah,” katanya tegas.
Kata Yusri yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini, bahwa Pemerintah Aceh juga tidak mampu menjamin pelayanan listrik kepada masyarakat. “Uang banyak, kemana di bawa oleh pejabat itu. Uang rakyat habis untuk “berfoya-foya,” ujar dia kecewa. 
Hal yang sama juga dikatakan Fatma warga Batoh, Kota Banda Aceh. Dijumpai acehterkini, siang tadi, ia mengatakan PLN Aceh sudah banyak sekali buat kesalahan. 
“Pelayanannya sangat buruk, begitu giliran rumah masyarakat terbakar, barang eletronik rusak, PLN lepas tanggung jawab, tagihannya ngak pernah diringankan,” ujarnya saat berbelanja membeli makanan siang tadi. 
Sejumlah warga Banda Aceh lainnya juga mengungkapkan kekecewaan yang sama kepada PLN sebagaimana Yusri dan Fatma tadi. 
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin SH, Sabtu (13/6/2015) mengatakan warga yang merasa sangat kecewa dengan pelayanan PLN Aceh silahkan membuat pengaduan ke Ombudsman Aceh. 
“Pada tahun 2014, Ombudsman Aceh sudah menegur sangat keras pihak PLN Aceh, sekarang pelayanannya berulah lagi,” kata Taqwaddin mengaku juga korban terhadap pelayanan buruk dari PLN Aceh itu. 
Masyarakat Aceh memiliki hak untuk membuat pengaduan. “Kita akan panggil lagi General Managernya,” ujar Taqwaddin saat dihubungi media ini. 
Taqwaddin menambahkan General Manager PLN sudah berjanji layanan listrik normal pada Sore, Sabtu hari ini. “Kita tunggu saja,” ujarnya. 
Mengutip serambinews.com, General Manajer PT Perusahaan Listrik Negara Wilayah Aceh, Sulaiman Daud mengatakan Insya Allah sebelum sore, listrik sudah menyala kembali karena memang sedang ditangani kerusakannya sejak tadi pagi.
Menurut Sulaiman, sejak tadi pagi sejumlah pekerja dikerahkan ke tower nomor 114 di Desa Keumuning, Peureulak, Aceh Timur untuk menyambung kembali kabel yang putus dari salah satu sisi cross-arm (silang gantung kawat) tower di lokasi tersebut.
Pengerjaannya tidak bisa cepat dituntaskan, karena ada beberapa tahapan pekerjaan yang harus dilakukan. Mulai dari memperbaikicross-arm (agak lama), menyambung kabel, dan selanjut menaikkannya dan mengikat kembali di cross-arm dan diakhiri dengan commisioning test.
Untuk perbaikan semua itu sampai pada kondisi normal, butuh waktu sekitar lima jam. Atas dasar itu, Sulaiman Daud memprediksi sebelum sore nanti, gangguan listrik dari wilayah Idi hingga Banda Aceh akan teratasi. [ate/red]

To Top