Nasional

Waduh, Guru Yang Belum S-1 Tidak Berhak Lagi Mengajar

ACEHTERKINI.COM | Pada tanggal 1 Januari 2016, guru yang belum sarjana strata satu tidak berhak menjadi tenaga pengajar. Hal ini merupakan aturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan dan Angka Kreditnya.
Dalam aturan itu, Sarjana Strata Satu (S-1) merupakan syarat mutlak bagi guru untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. 
Sedangkan guru yang belum S-1 maka hanya boleh menjadi staf tata usaha di sekolahnya. 
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen juga menguatkan persoalan ini. Dalam Pasal 82 ayat (2) disebutkan guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada Undang-Undang ini wajib memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik paling lama 10 tahun sejak berlakunya undang-undang ini. 
Undang-Undang ini sendiri mulai diberlakukan sejak 30 Desember 2005. Dengan demikian bahwa batas waktu guru untuk menyelesaikan pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana maksimal 31 Desember 2015 ini.
Aturan lain yaitu di PP Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru, yaitu di Pasal 63 ayat (1) yang bunyinya “Guru yang tidak dapat memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dalam jangka waktu 10 tahun sebagaimana ditentukan dalam Pasal 82 ayat (2) UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen setelah yang bersangkutan diberi kesempatan untuk memenuhinya, kehilangan hak untuk mendapat tunjangan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional dan maslahat tambahan. 
Di Provinsi Bengkulu misalnya, Pejabat Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah Kabupaten Mukomuko, menetapkan tanggal 1 Januri 2016 guru yang belum sarjana strata satu di daerah itu tidak berhak menjadi tenaga pengajar.
“Tanggal 1 Januari 2016 guru yang belum sarjana strata satu atai S-1 tidak berhak mengajar lagi,” kata Kabid Mutasi dan Kepangkatan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko Azwardi, di Mukomuko, Minggu (21/6/2015). [red/rol]

To Top