Sosial

Usai Demo, Mahasiswa Aceh Tenggara Ini Dipukul. FPMPA Nyatakan Sikap

Usai Demo, Mahasiswa Aceh Tenggara Ini Dipukul. FPMPA Nyatakan Sikap
Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh Menggelar Konperensi Pers Terkait Pemukulan Ricki Pranata [Ist]

ACEHTERKINI.COM | Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh mengecam pemukulan terhadap Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara, Ricki Pranata usai aksi unjuk rasa, Senin 15 Juni 2015 di Simpang Lima Banda Aceh terkait persoalan audit penggunaan anggaran kantor perwakilan Aceh Tenggara di Banda Aceh.

Pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Mufied Akmal, Ketua Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) ini ditujukan ke pihak Polresta Banda Aceh.

“Ricki sama sekali tidak melakukan pencemaran nama baik, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 telah diatur Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak seluruh warga negara Republik Indonesia,” tulis Mufied dalam siaran tertulisnya diterima acehterkini, Senin (22/6/2015).

FPMPA menilai aksi demontrasi yang dilakukan tidak mengandung unsur SARA dan pencemaran nama baik, sehingga sudah sewajarnya untuk meminta dilakukannya audit karena menggunakan anggaran APBK Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2014.

“Kami juga Mengecam tindakan kriminalisasi terhadap Ricki Pratama dan mendesak  Pihak Kepolisian agar mengusut tuntas tindakan pemukulan yang menimpa Ketua IPMAT tersebut, sebagaimana diatur dalam pasal 352 KUHP,” ujar Mufied.

Aksi yang dilakukan Ricki dan kawan-kawan dilakukan sangat tertib dan mendapat pengawalan dari Polisi.  Ironisnya, beberapa hari setelah aksi tersebut, terjadi pemukulan terhadap Ricki Pranata (Ketua IPMAT) di rumah kost korban.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan korban ke Polsek Darussalam pada tanggal 18 Juni 2015 dengan tanda bukti laporan nomor laporan TBL/91/VI/2015/Aceh/Resta Bna/Sek Darussalam dan pada tanggal 18 Juni 2015 tersebut korban juga telah melapor kejadian pemukulan itu ke Polresta Banda Aceh Nomor : LPB/3423/VI/2015/SPKT. [Ril]

To Top