Sosial

Sorot Berbagai Kasus di Abdya, Masyarakat Minta YARA Konsisten

Sorot Berbagai Kasus di Abdya, Masyarakat Minta YARA Konsisten
Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar

ACEHTERKINI.COM | Dalam menelusuri berbagai kasus di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sejumlah tokoh masyarakat, tokoh partai politik, tokoh pendidikan dalam Kabupaten Abdya meminta kepada pengurus Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya konsisten.

Harapan tersebut disampaikan terkait dengan gigihnya YARA Perwakilan Abdya dalam mengontrol dan menelusuri berbagai kasus yang terjadi di Abdya, diantaranya termasuk kasus Alat Kesehatan (Alkes) yang ditangani Kejari Blangpidie, juga dugaan kasus ijazah palsu yang digunakan sejumlah PNS dalam lingkup Pemkab Abdya, dimana YARA mendesak agar Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, segera menertibkan dan mengambil tindakan tegas bagi PNS yang berijazah asli tapi palsu (Aspal).

Nur Hakim, mantan anggota DPRK Abdya Periode 2004-2009 kepada wartawan beberapa waktu lalu, mengatakan, pihaknya salut atas komitmen YARA Perwakilan Abdya yang begitu getolnya mengontrol  sebuah kasus yang ditangani penegak hukum hingga ke meja hijau, sehingga dengan pengawalan ketat sedemikian rupa, lanjut Nur Hakim, maka sangat kecil kemungkinan para penegak hukum yang “nakal” akan “bermain api”.

“Saya acung jempol buat YARA,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Abdya Jufri Yusuf, mengharapkan agar YARA Perwakilan Abdya tidak berhenti hanya dalam penyelesaian beberapa kasus saja, namun pihaknya mengharapkan YARA tetap eksis dan tidak sekedar berkomentar.

“Tenaga pendidik dari guru baik jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang lulus PNS tahun lalu ada yang kita ragukan ijazahnya, baiknya YARA telusuri masalah ini, bagaimana mungkin seorang pendidik bisa mengajari yang baik pada muridnya, sementara ijazah yang didapatnya bukan dengan cara baik-baik,” ungkap Jufri.

Menyahuti masalah itu, Ketua YARA Perwakilan Abdya Miswar SH, yang dimintai tanggapannya terpisah, Senin (29/6/2015), berjanji akan segera menelusuri dugaan ijazah palsu yang digunakan sejumlah tenaga pendidik di Bumou Teungku Peukan atau berjulukan Brueh Pade Sigupai dimaksud.

“Kita tetap komit, tidak sekedar Asbun, kami tidak bisa janji muluk-muluk, kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya,” kata Miswar singkat. (Rizal)

To Top