Peristiwa

Rumah Warga Lembah Sabil Terancam Jatuh Ke Sungai

Rumah Warga Lembah Sabil Terancam Jatuh Ke Sungai
Rumah Warga di Lembah Sabil, Abdya Terancam Amblas. [Rizal]

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah rumah penduduk di Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam amblas ke dalam Krueng (sungai) Manggeng. Pasalnya, tebing sungai tersebut, yang membatasi Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil itu secara pelahan-lahan mulai longsor yang dikarenakan tidak adanya tanggul pengaman tebing.

Ros, warga desa setempat, Senin (22/6/2015) mengatakan, secara perlahan air dalam sungai mulai mengikis dan mengeruk tebing sungai, hampir beberapa hari sekali pasti ada saja tebing yang longsor. Apalagi ketika air sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan, dengan cepat tebing dimaksud berjatuhan ke dalam dalam sungai.

“Kita berharap pemerintah segara membuat tanggul pengaman tebing, karena imbasnya sangat fatal andai tidak segera ditanggulangi, bukan saya saja yang menyaksikan, tetapi ada ratusan warga lain yang juga turut menyaksikan kondisi sekarang ini, namun terkesan dibiarkan saja,” singkatnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Camat Lembah Sabil, Usmadi SPd, mengatakan, kondisi longsornya tebing Krueng Manggeng tersebut telah berlangsung pasca terjadinya banjir pada April 2015 lalu. Namun, hingga saat ini, keuchik Desa Meurandeh belum pernah membuat laporan secara resmi terkait kondisi longsornya tebing yang mengancam sejumlah sejumlah rumah warga setempat.

“Lokasi itu sudah pernah kami tinjau bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya pasca banjir. Namun pada waktu itu, kondisinya belum begitu parah. akan tetapi yang sangat disayangkan, mengapa pihak desa tidak membuat laporan secara resmi,”katanya singkat.

Secara terpisah, Kepala BPBK Abdya, Anwar Daud mengaku belum pernah menerima laporan baik dari pihak kecamatan maupun dari desa setempat.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak ada dasarnya. Buat laporan secara resmi dulu, baru setelah itu tim BPBK akan turun ke lapangan mengecek kondisi yang harus ditanggulangi,” singkatnya yang menyayangkan kondisi darurat itu dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya laporan resmi. (Rizal)

To Top