Hukum

Proyek Pengadaan Alkes, Sekda Abdya Ditetapkan Sebagai Tersangka

ACEHTERKINI.COM | Kejaksaan Negeri (Kejari) Blangpidie telah menahan dua orang tersangka Kasus Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2013 dan satu orang tersangka kasus lelang fiktif pekerjaan rehap sedang/berat Gedung Balai Pelatihan Tenaga Kerja (BLK) pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) tahun 2012.

Sekda Abdya Drs Ramli Bahar ditetapkan sebagai tersangka saat itu menjabat sebagai Plt Direktur RSUTP Abdya selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam proyek Alkes, sementara Safrial SKM sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Kemudian Rusdi Arsyad tersandung dalam kasus lelang fiktif rehap sedang/berat BLK pada Dinsosnakertrans Abdya.

Kepala Kejari Blangpidie, Umar Z SH MA, melalui Kasi Pudana Khusus (Pidsus) Adnan Sitepu SH, Kamis (4/6/2015) mengatakan, para tersangka itu resmi ditahan dan sudah diserahkan dari Penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Blangpidie.

Para tersangka itu akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kaju, Kabupaten Aceh Besar selama 20 hari kedepan  menunggu diserahkan ke Pengadilan.

“Siapapun dia kalau memang bersalah harus ditahan, tidak ada sparitas, penahanan ini untuk memudahkan proses persidangan,” ujarnya.

Dikatakan Adnan, dalam kasus Alkes, pihaknya telah memeriksa sekitar 22 orang saksi, 6 orang diantaranya dari Jakarta. “22 saksi sudah kita periksa, termasuk Panitia Pemeriksaan Barang. Kemungkinan ada tersangka lain kita liat hasil persidangan nanti,” sambungnya.

Dalam kasus Alkes tersebut, tambah Adnan, telah merugikan negara sebesar Rp 950 juta sekian, untuk itu akan dijerat dengan Undang-Undang Korupsi Pasal 1 dan 2. Sementara untuk kasus pelelangan fiktif dan pemalsuan dokumen akan di kenakan Undang-Undang Korupsi Pasal 2 dan 9, maksimal kurungan 20 tahun.

Informasi yang dihimpun, Tim JPU dipimpin lansung oleh Adnan Sitepu SH, anggota Davit Riadi SH dan Safarman SH, sedangkan untuk Tim Penyidik, diketuai oleh Adnan Sitepu SH, anggota Rahmad Ridha SH, Sutrisna SH, Davit Riadi SH dan Adrili Firsa SH.

Amatan dilapangan, sebelum berangkat ke Banda Aceh, ketiga tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUTP Abdya. Selanjutnya para tersangka lansung diberangkatkan ke Banda Aceh menggunakan kendaraan para tim JPU, disertakan barang bukti puluhan dokumen-dokumen terkait kasus tersebut.

Menanggapi ditetapkannya sebagai tersangka, Sekda Abdya, Ramli Bahar tidak bisa dikonfirmasi lagi, selulernya tidak aktif. Hingga berita ini diturunkan belum mendapat konfrmasi dari yang bersangkutan. (Rizal)

To Top