Hukum

Polres Abdya Ciduk Residivis Curanmor Tiga Kabupaten, Dua Orang Dinyatakan DPO

Polres Abdya Ciduk Residivis Curanmor Tiga Kabupaten, Dua Orang Dinyatakan DPO
Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH, didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi Sabhara (kanan) dan Kasat Reskrim AKP Misyanto pada saat menggelar ekspos perkara kasus Curanmor di halaman Mapolres setempat, Selasa (30/6/2015). Foto [Rizal]

ACEHTERKINI.COM | Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-69, Pada 1 Juli 2015, Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang berada di wilayah hukum Polres setempat.

Ekspos perkara yang berlansung di Halaman Mapolres Abdya, Selasa (30/6/2015) itu, turut menghadirkan pelaku curanmor beserta sejumlah barang bukti yang beraksi di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh yakni di Kabupaten Abdya, Aceh Selatan dan Nagan Raya.

Kapolres Abdya, AKBP Hairajadi SH, menerangkan tersangka pelaku curanmor berjumlah 3(tiga) orang, satu orang ditangkap oleh pihak Kepolisian Polres Abdya atas nama Hasbibullah (34) warga Desa Alurmas, Kecamatan Klut Utara, Kabupaten Aceh Selatan.

Sementara dua orang rekan pelaku yakni Junaidi dan Usman sama-sama warga Ule Jalan, Keude Simantok, Kabupaten Nagan Raya, berhasil melarikan diri dan saat ini berstatus dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka Hasbibullah ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Abdya pada Jum’at (12/6/2015), sekitar pukul 04.00 WIB sore di Jalan Nasional, Desa Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil.

Tertangkapnya Hasbibullah ini setelah adanya laporan warga yang kehilangan Sepmor, kemudian sejumlah personel Polres Abdya melakukan patroli mulai dari Kecamatan Babahrot hingga Kecamatan Lembah Sabil untuk menangkap pelaku Curanmor.

Bersama tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti dua unit Sepeda Motor (Sepmor), diantaranya satu unit Honda Beat warna Putih dengan nomor polisi (nopol) BL 5887 CF dan Yamaha Xeon warna hitam/merah dengan nopol BL 5301 CG, termasuk 1 unit Handphone, 1 buah kunci T yang sudah dimodifikasi, 1 buah pisau sangkur, 1 buah pisau lipat, 1 lembar rompi polisi, 1 lembar rompi Dishub, 1 buah tas ranser warna loreng, 1 buah sabuk logo brimob, 1 buah baret polisi, 1 buah kunci kontak merk honda, 1 buah kunci kontak merk takayama, 2 buah gunting dan 2 buah logo emblem lambang polisi.

“Selain membongkar rumah warga, tersangka juga melancarkan aksinya dengan modus  menggunakan atribut polisi, untuk mengelabui warga yang menjadi target aksinya,” terang Kapolres Hairajadi.

Setelah dilakukan pengembangan terhadap kasus tersebut, lanjut Kapolres Hairajadi, pihaknya berhasil menemukan barang bukti lain, berupa 1 unit Sepmor merk Yamaha Vixion tahun 2011 nopol BL 6489 TN, 1 unit merk Yamaha Mio tahun 2010 tanpa plat kendaraan, 1 unit Suzuki Satria F tahun 2011 nopol 5510 TK dan 1 unit Suzuki Satria F tahun 2009 nopol 5506 VD.

“Pelaku curanmor ini merupakan resedivis dalam kasus yang sama, dan pernah ditahan di Lembaga Permasyarakatan Tapaktuan. Bersama dengan 2 orang rekannya yang masih buron, pelaku merupakan spesialis curanmor yang melancarkan aksinya di 3 kabupaten yakni Abdya, Nagan Raya dan Aceh Selatan,” ujarnya.

Untuk itu, tambah Kapolres Hairajadi, tersangka di jerat dengan pasal 363 ayat (2) dan pasal 486 KUHP tentang pencurian maksimal kurungan 7 tahun. [by. Rizal]

To Top