Ekonomi

Pekan Pertama Ramadhan, Pedagang Pakaian di Abdya Merugi

Pekan Pertama Ramadhan, Pedagang Pakaian di Abdya Merugi
Gambar Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Memasuki hari ke tujuh Ramadhan 1436 Hijriyah, sejumlah penjual pakaian di Pasar Manggeng, Desa Kedai, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluh. Pasalnya, dalam beberapa hari ini omzet pendapatan menurun akibat sepi pengunjung.

Biasanya para penjual pakaian di Pasar Manggeng bisa meraup hasil penjualan sekitar Rp 8 juta sampai Rp 10 juta per hari, namun saat ini hanya bisa mendapatkan hasil rata-rata Rp 1,5 juta perhari.

Ar M Nur Budi salah satu penjual pakaian di Pasar Manggeng, Rabu (24/6/2015) mengatakan kondisi ini dipengaruhi akibat ekonomi masyarakat “morat-marit”, sebab pendapatan masyarakat saat ini hanya dibawah rata-rata. Apalagi dominasi pendapatan masyarakat Abdya dari hasil Pertanian, Perkebunan dan Nelayan, selebih dari itu, para PNS dan swasta.

“Tentu saja, bila penghasilan mereka menurun, maka imbasnya, kami para penjual pakaian juga akan ikut sepi dari pembeli, terkecuali bila datang pembeli dari kabupaten tetangga seperti Nagan Raya dan Aceh Selatan, baru akan bertambah sedikit,” ujarnya.

Biasanya, pembeli dari daerah lain tersebut, akan datang ke Pasar Manggeng, memasuki hari ke 20 puasa hingga seterusnya. “Padahal kita sangat berharap pembeli itu datang dari masyarakat kita sendiri, karena, pembeli dari luar itu hanya datang secara musiman saja,” lanjut Ar.

Lebih lanjut, Ar yang sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Manggeng, berharap, semoga kedepan tidak sepi lagi, karena bukan hanya penjual pakaian saja sepi pengunjung, juga para pedagang lainnya. “Semoga saja ada jalan keluar dari pemerintah, agar ekonomi masyarakat Abdya semakin membaik,” demikian Ar.

Bukan hanya di Manggeng, sejumlah pasar lainnya dalam Kabupaten Abdya juga mengalami kondisi yang serupa, seperti Pasar Blangpidie, Pasar Tangan-Tangan, Pasar Kuala Batee dan Babahrot, hingga hari ketujuh puasa masih sepi dari pembali.

“Dalam bulan puasa ini, yang lebih beruntung, para pedagang buah, minuman segar dan perbekalan buka puasa lainnya, sementara untuk penjual pakaian tetap belum terlihat cerah,” kata pedagang lain di Pasar Kota Blangpidie. (Rizal)

To Top