Sosial

Operasia Patuh Rencong di Abdya, Polisi Lakukan Sidang Di Tempat

Operasia Patuh Rencong di Abdya, Polisi Lakukan Sidang Di Tempat
Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Polisi Lalulintas Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar razia Operasi (Ops) Patuh Rencong Tahun 2015. Dalam razia yang berlansung 14 hari tersebut, ratusan kendaraan baik roda dua maupun roda empat ikut terjaring dalam operasi tersebut. Bagi pengendara yang ditilang, Polisi akan melakukan sidang di tempat.

Kapolres Abdya, AKBP Budi Samekto Sik melalui Kasatlantas, AKP Imam Syafii, Jumat (5/6/2015) menerangkan, dalam razia tersebut, sekitar 270 unit sepeda motor (Sepmor) ditilang dan 95 pengendara mendapat teguran.

Angka tersebut terbilang tinggi, akibat tingkat kesadaran pengendara di Abdya masih sangat rendah. Rata-rata para pengendara ditilang karena tidak menggunakan helm, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB)  dan sepeda motor yang tidak menggunakan kaca spion dua.

“Patuh Rencong akan berakhir pada 9 Juni mendatang, banyak sekali pengendara yang enggan menggunakan helm, tidak memiliki SIM, tidak membawa STNKB dan kelengkapan kendaraan lainnya,” terangnya.

Operasi Patuh dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Polisi sebagai revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik guna mewujudkan tertib lalulintas yang mantap jelang mudik lebaran Idul Fitri 1436 H mendatang.

Dimana operasi tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat, menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalulintas.

Dijelaskan, setiap pelanggaran oleh pengguna jalan akan ditindak berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam undang-undang (UU) lalulintas. Semisal tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) pengendaran akan dikenakan pasal 281 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan yaitu setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 288 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan atau denda paling banyak Rp250.000.

Begitu juga bagi pengendara yang tidak menggunakan helm depan belakang akan dikenakan ancaman atas pelanggaran tersebut diatur dalam Pasal 291 UU No. 22/2009 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tidak mengenakan helm SNI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000 dan setiap orang yang mengemudikan sepeda motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

“Kami merencanakan untuk melakukan sidang di tempat bagi pengendara yang ditilang. Sebab selama ini pengendara yang ditilang harus mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya yang besar,”demikian ujar Imam. (Rizal)

To Top