Sosial

Menko Polhukkam Minta UNHCR Sediakan Tempat Permanen Untuk Pengungsi

Menkopolhukkam Minta UNHCR Sediakan Tempat Permanen Untuk Pengungsi
Menko Polhukkam Disambut Gubernur Aceh saat tiba di Lhokseumawe, 7 Juni 2015

ACEHTERKINI.COM | Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam), Tedjo Edhy Purdijatno menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan Masyarakat Aceh yang telah membantu pengungsi Rohingya dan Bangladesh, yang mendapat pujian dari berbagai negara di Dunia.

“Pemerintah Pusat juga berkomitmen membantu Pemerintah Aceh secara terpadu mencari jalan penyelesaian imigran di Aceh,” ujar Tedjo Edhy Purdijatno saat berkunjung ke Lhokseumawe, Minggu (7/6/2015).

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Pusat akan meminta bantuan IOM dan UNHCR dan pihak terkait lainya untuk mencari solusi masalah ini, terutama untuk menyediakan penempatan permanen untuk pengungsi sebelum mendapatkan solusi terbaik.

Sementara itu Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan, masalah imigran Rohingya dan Bangladesh bukanlah hal yang baru. Sejak tahun 2006, sudah beberapa kali terdampar dan diselamatkan di wilayah perairan Aceh, mulai dari Sabang, Aceh Utara, hingga Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

“Langkah penyelamatan imigran yang dilakukan nelayan dan masyarakat Aceh ini hanya semata-mata karena unsur kemanusian.” ungkap Zaini.

“Namun berbeda dari sebelumnya, pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang terdampar dalam dua bulan terakhir menjadi sorotan dunia karena jumlahnya relatif banyak,” tambah Gubernur Aceh.

Menkopolhukkam Minta UNHCR Sediakan Tempat Permanen Untuk Pengungsi
Gubernur Aceh bersama Unsur Muspida Kabupaten Kota dalam Rakor Membahas Imigran, 7 Juni 2015

Dirincikannya, jumlah pengungsi imigran yang terdampar sejak 10 Mei sampai saat ini sebanyak 1.718 orang dan tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang,Aceh Utara, Aceh Timur,Kota Langsa dna Lhokseumawe.

Selama dalam penampungan, jelas Gubernur, para pengungsi mendapat perhatian yang cukup baik dari segi sandang, pangan, kesehatan serta kebutuhan pokok lainnya.

Pemerintah Aceh, sebut Abu Doto, juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik bagi pengungsi dari dua negara tersebut.

“Kita terus melakukan kerjasama dengan Pemerintah Pusat, IOM, UNHCR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Imigrasi dan pihak terkait lainnya untuk pendataan dan masalah pemenuhan kebutuhan.” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Misi IOM Mark Getchel dan Perwakilan UNHCR, Thomas Fargas juga menyampaikan kesediaannya untuk membantu penyelesaian pengungsi rohingya baik dari segi dana, penempatan dan kebutuhan yang di perlukan.

Rapat Koordinasi , membahas penanganan pengungsi Rohingya dan Bangladesh ini berlangsung di Guest House Kompleks Perumahan PT Arun, Lhokseumawe.

Menko Tedjo yang didampingi pejabat dari Kemenlu dan Kemendagri, tiba di Lhokseumawe sekitar pukul 11.00 WIB, dan langsung melakukan pertemuan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kapolda Aceh Irjen (Pol) Husein Hamidi, Bupati Aceh Utara Muhamamd Thaib, Wakil Walikota Lhokseumawe Nazaruddin, Wakil Walikota Langsa Drs. Marzuki Hamid, Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul, Kepala Imigrasi Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya. [Red]

To Top