Sosial

KSPI Dorong Pemberlakukan Jaminan Pensiun

ACEHTERKINI.COM | Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Perwakilan Daerah Aceh bersama Federasi Afiliasinya FSPMI, ASPEK INDONESIA menyatakan sikap untuk terus mengawal pelaksanaan jaminan pensiun yang akan berlaku 1 Juli 2015.

Ketua DPW KSPI Aceh, Habibi Inseun mengatakan hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan konsekuensi KSPI untuk memperjuangkan agar pemerintah serius dalam mempersiapkan dan menjalankan program tersebut dengan manfaat yang diterima minimal 60 persen dari gaji terakhir.

KSPI menegaskan dan menuntut pemberlakuan jaminan pensiun minimal sebesar 60 persen dari gaji terakhir, KSPI juga menyoroti pengelolaan dan pengawasan dana BPJS yang akan mencapai ribuan triliun dalam beberapa tahun mendatang.

Akumulasi dana yang sangat besar tersebut harus dapat dinikmati oleh kaum pekerja/buruh dalam bentuk manfaat jaminan ketika mencapai usia pensiun.

“Kami tidak mau BPJS hanya sekedar mengumpulkan uang pekerja/buruh saja namun penggunaannya tidak jelas dan manfaat berkala yang diterima buruh sangat kecil,” terang Habibi bersama afiliasinya dalam aksi di Bundaran Simpang Lima, Kota Banda Aceh, Jum’at (5/6/2015).

Untuk itu KSPI mendesak BPJS ketenagakerjaan sebagai operator atau sebagai badan penyelenggara wajib untuk melakukan sistem informasi berbasis keterbukaan dalam hal pendanaan, termasuk para pekerja/buruh dapat mengecek berapa saldo iuran Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua setiap saat. [Red]

To Top