Sosial

Ketua DPRA: Berikan Peluang Pada Ulama Aceh. Pelaksanaan Ibadah di MRB Berfaham ASWAJA

Ketua DPRA: Berikan Peluang Pada Ulama Aceh. Pelaksanaan Ibadah di MRB Berfaham Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Tgk. Muharuddin

ACEHTERKINI.COM | Persoalan yang muncul terkait pelaksanaan ibadah di Mesjid Raya Baiturahman (MRB) pada Jum’at 19 Juni 2015 kemarin akhirnya ditanggapi oleh Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin. Dijumpai di Gedung DPRA, Senin (22/6/2015), Tgk. Muhar mengatakan rekomendasi yang dikeluarkan itu untuk kita sampaikan kepada Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

“Yang berhak terhadap pengelolaan Masjid Raya Baiturrahman itu adalah Gubernur Aceh, tapi marilah kita buka peluang untuk Ulama di Aceh,” kata Tgk. Muharuddin.

Dikatakannya kehadiran para Ulama Aceh dari HUDA, MUNA dan FPI Aceh itu bukan untuk merampas kewenangan Mesjid Raya Baiturrahman ataupun manajemennya, tapi lebih kepada pelaksanaan ibadahnya yang berfaham pada Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA). Para ulama Aceh punya dalil yang kuat.

“Pelaksanaan yang dilakukan oleh endatu kita dulu, saya sepakat itu. Mesjid Raya Baiturrahman adalah kebanggaan orang Aceh bukan masjid gubernur,” katanya singkat.

Politisi Partai Aceh ini mengaku para ulama Aceh sudah mulai jenuh memperjuangkan persoalan ini jauh sebelum masa Pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

“Persoalan ini bukan janji politik pasangan Zikir pada Pilkada 2012 lalu, melainkan lebih kepada keinginan para ulama Aceh,” demikian Tgk. Muharuddin. [ate]

To Top