Sosial

Illiza: Gara-Gara Isu Jam Malam, Image Syariat Kita Dirusak

Illiza: Gara-Gara Isu Jam Malam, Image Syariat Kita Dirusak
Illiza Sa’aduddin Djamal
ACEHTERKINI.COM | Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal meluruskan pemberitaan terkait pemberlakuan jam malam bagi perempuan di Kota Banda Aceh. Judul beritanya “Jam Malam” untuk perempuan. “Itu saja sudah serem sekali, seakan-akan perempuan tidak bisa keluar malam,” ujar Illiza kepada wartawan, Rabu (10/6/2015) sore.
Ia mengatakan isu itu sudah go-international dan ditanggapi serius. Isu yang besar ini “kobong” ngak ada isinya. “Ini ada ulah orang-orang tertentu, jangan merusak tatanan kota,” tegas Illiza kecewa dengan orang-orang yang membesarkan isu ini.
Menurutnya gara-gara isu itu, image syariat kita dirusak, seakan-akan syariat sangat diskriminasi terhadap orang luar. “Ini bahaya,” ujarnya.
Tambah Illiza, kepercayaan asing dan investor yang mau berinvestasi di wilayah Aceh khususnya Kota Banda Aceh meragukan keamanan dan kenyamanan. “Padahal orang-orang internasional mengenal Banda Aceh itu peduli dan sangat melindungi perempuan,” ujar Wali Kota Banda Aceh.
Kemudian isu ini juga meresahkan perempuan para pelaku usaha. “Seakan-akan diskriminasi sekali intrsuksi Wali Kota Banda Aceh ini, perlu diluruskan, saya berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ucap Illiza yang didampingi Ketua DPRK, Kapolresta, Kajari dan para unsur Muspida Kota Banda Aceh lainnya.

Pengurus Partai berlambang Ka’bah ini berharap agar isu ini jangan di politisir. Instruksi ini dikeluarkan untuk mengawasi pelaksanaan tempat wisata, café dan tempat-tempat olahraga. 

“Perempuan tidak boleh diperkerjakan di atas pukul 23.00 wib hanya ditempat itu, tidak ada kaitannya bagi pekerja medis, resepsionis hotel dan sebagainya,” tegas Illiza Sa’aduddin Djamal.
“Ini perlu diluruskan,” kata Illiza sembari mengatakan ternyata persoalan ini MasyaAllah.
Perlu diketahui, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah telah mengeluarkan instruksi nomor 2/INSTR/2014 tentang Penertiban Café dan Layanan Internet Se-Aceh. Dalam instruksi itu Gubernur Aceh meminta bupati dan walikota mencabut izin usaha bagi café dan layanan internet yang bertentangan dengan Syariat Islam.
Gubernur Aceh meminta pengusaha café dan layanan internet agar pramusaji wanita tidak dibenarkan bekerja di atas pukul 21.00 wib dan dilarang melayani pelanggan wanita di atas pukul tersebut kecuali bersama mahramnya.
Namun Ingub Aceh itu diringankan Wali Kota Banda Aceh melalui Intsruksi Wali Kota Banda Aceh Nomor 2 Tahun 2015. Dalam Klausul 13, Wali Kota Banda Aceh menginstruksikan agar mengawasi pembatasan jam kerja hingga pukul 23.00 wib bagi karyawati pada tempat wisata, rekreasi, hiburan, penyedia layanan internet, café dan sejenisnya dan sarana olahraga. [ate]

To Top