Ekonomi

Di Abdya Gas 3 Kilogram Mahal

ACEHTERKINI.COM | Harga penjualan isi ulang gas bersubsidi tiga kilogram (Kg) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melambung tinggi, sehingga banyak masyarakat kesusahan. Diduga, ada pangkalan gas elpiji bersubsidi yang bermain dan sengaja menjual gas dimaksud kepada pengecer dengan jumlah banyak dan harga di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan Pemkab setempat.

Seharusnya masyarakat setempat membayar dengan harga sebesar Rp18.000 per tabung di pangkalan. Namun karena ketiadaan gas di pangkalan, dalam sebulan terakhir masyarakat harus mengeluarkan biaya tinggi untuk membeli gas pada pedagang pengecer hingga mencapai Rp37.000 per tabung.

“Di pangkalan persediaan gas bersubsidi cepat habis, jadi terpaksa kami harus membeli pada pedagang pengecer dengan harga yang jauh di atas HET,” ujar Rukaiyah salah seorang warga Kecamatan Tangan-Tangan, Rabu (3/6/2015).

“Kami  akan laporkan tindakan pemilik pangkalan yang coba mempermainkan harga jual gas 3 Kg. Bahkan kami juga telah beberapa kali turun ke lapangan guna melakukan pengawasan dan mengecek harga gas,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Abdya, Drs Ikhsan.

Jika mengabaikan aturan yang ada, sanksinya langsung dikeluarkan oleh pihak Pertamina dengan mencabut izin pangkalan.

Disebutkan, sejauh ini peredaran gas melon (elpiji 3 kilogram) di seluruh wilayah Abdya mencapai 41.720 tabung dengan 68 pangkalan yang  tersebar di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat. (Rizal)

To Top