Sosial

Dari “Jendela” MRB, Mesjid-Mesjid di Aceh Harus Sesuai Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Tgk. Muslim Attahiri berorasi mengajak masyarakat menegakkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah di bumi Aceh, [ate]

ACEHTERKINI.COM | Paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) harus berdiri tegak di bumi Aceh. Perjuangan santri sangat ikhlas berjuang untuk menegakkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Aceh.

Berawal dari Mesjid Raya Baiturrahman (MRB), “Kita akan taklukkan masjid-masjid di Aceh sesuai Ahlus Sunnah Wal Jamaah dengan bermazhab Syafii dan beraqidah Asy’ari,” kata Tgk. Muslim Attahiri optimis.

Ketua FPI Aceh mengatakan, Alhamdulillah, pemerintah sudah mengakomodir keinginan ulama Aceh terkait pelaksanaan Ibadah di Mesjid Raya Baiturrahman sesuai Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Namun katanya masih ada yang belum diakomodir oleh pemerintah yaitu mimbar utama harus sesuai dengan mimbar masjid Nabawi dan khatib-khatibnya juga sebaiknya diambil dari dayah-dayah di Aceh.

“Kita akan kawal sampai dengan hasil Muzakarah MPU selesai. Kita kawal agar jangan masuk “jarum-jarum” yang bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah,” ujar Tgk. Muslim Attahiri di Halaman Mesjid Raya Baiturrahman, Jum’at (26/6/2015) dihadapan ribuan massa pendukung Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Ia mensinyalir adanya dugaan orang-orang pintar yang tidak mau mengakomodir permintaan ulama di Aceh.

“Ini bukan keinginan Front Pembela Islam (FPI) tapi ini merupakan keinginan para ulama di Aceh. Kami dari Ormas Islam berjuang untuk mewujudkan keinginan Ulama Aceh agar semua masjid harus Ahlus Sunnah Wal Jamaah,” ujar Tgk. Muslim dalam pesan singkatnya kepada acehterkini tadi.

Gerakan Harakah Assuniah Daulah Aceh (HADA) akan terus bergerak untuk mewujudkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Provinsi Aceh. “Kita dukung perjuangan ulama Aceh,” ujar Tgk. Muslim menyampaikan seruan kepada masyarakat Aceh.

Sementara itu Tgk. Abdul Wahid dari FPI Aceh Besar mengatakan Ahlus Sunnah Wal Jamaah harga mati di Aceh. “Wajib kita tegakkan syariat Islam secara kaffah di bumi Aceh sebagaimana perintah sahabat Rasulullah SAW. Maka saudaraku yang seiman untuk mempertahankan harga mati Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Aceh,” kata Tgk Wahid dalam orasinya di halaman Mesjid Raya tadi.

Amatan media ini pelaksanaan Shalat Jum’at di Mesjid Raya Baiturrahman, 26 Juni 2015 berlangsung sesuai dengan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Hadir Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Kajati Aceh, Kapolda Aceh dan sejumlah pejabat di Pemerintah Aceh.

Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry sebagai khatib yang membawa judul khutbah “Ramadhan Sebagai Bulan Pendidikan Ummat”.

Usai Shalat Jum’at, para santri berkumpul di tugu Mesjid Raya Baiturrahman untuk mendengarkan orasi dan doa dari ulama Aceh, Tgk. Muslim Attahiri dan Tgk H Ahmad Tajuddin atau Abi Lampisang. [ate]

To Top